GARUT – Seorang ibu asal Garut meminta kepastian atas penanganan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap anaknya yang dibuat sejak November 2025. Keluhan tersebut disampaikan melalui video yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi lebih dari dua menit itu, perempuan tersebut mengaku belum memperoleh perkembangan berarti setelah menunggu selama lebih dari tujuh bulan.
“Saya sudah bikin laporan ke Garut di bulan November 2025. Tapi kasus saya ini, belum ada kepastian, apalagi kemajuan,” ungkapnya.
Baca Juga:PNM Garut Perluas Program Pemberdayaan melalui Beasiswa Anak NasabahPolres Garut Garut Kembali Bongkar Dugaan Peredaran Sabu, Tiga Orang Ditangkap
Demi melindungi korban yang masih berusia anak, identitas ibu dan anak tersebut tidak disebutkan.
Berdasarkan keterangannya, terlapor merupakan mantan suaminya. Dugaan perbuatan itu disebut terjadi ketika korban masih duduk di kelas V hingga kelas VI sekolah dasar.
Laporan kemudian disampaikan kepada pihak berwajib pada November 2025. Namun, penanganannya menghadapi kendala karena terlapor diduga meninggalkan tempat tinggal dan tidak diketahui keberadaannya.
Menurut ibu korban, terlapor sempat pulang ke kampung halaman pada masa Lebaran. Ia menduga keberadaan terlapor diketahui pihak keluarga.
“Tapi waktu lebaran kemarin, dia pulang kampung ke rumah kakaknya di Kampung Candra, Desa Najaten. Tapi sama keluarganya secara tidak langsung mungkin disembunyikan,” katanya.
Selain membuat laporan kepada kepolisian, ibu korban mengaku pernah menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Cibalong pada awal 2026.
Karena belum mendapatkan kepastian, ia meminta bantuan masyarakat untuk menyebarkan informasi mengenai kasus tersebut agar mendapat perhatian pemerintah.
Baca Juga:Front Mahasiswa Garut Desak Audit Menyeluruh Proyek BPBD, Soroti Dugaan Penyimpangan AnggaranKrisis Air Bersih Landa Bojonggambir, Warga Berharap Dibangunkan Sumur Bor
“Sekarang saya minta tolong ke netizen. Karena kekuatan netizen sampai ke mana-mana. Tolong bagikan video saya ini, mudah-mudahan sampai ke Pak Dedi,” ungkapnya.
“Saya minta tolong banget ke Pak Dedi. Saya sudah bingung harus mengadu kepada siapa lagi. Sudah 7 bulan lebih kasus ini, masih gini-gini aja. Loading,” katanya menambahkan.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meminta penanganan dilakukan secepatnya. Ia telah menginstruksikan Dinas Sosial serta instansi yang menangani pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk melakukan pengecekan.
“Saya sudah minta kunjungan ke lapangan. Saya minta Dinas Sosial dan PPA. Penanganan secepatnya, jangan telat,” ungkap Syakur.
