GARUT – Kehadiran satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) di lingkungan SDN 3 Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Selasa (2/6), sempat menarik perhatian warga. Mobil Damkar bersama sejumlah personelnya terlihat menyedot air dari saluran irigasi yang berada di belakang sekolah.
Sebagian warga yang melihat aktivitas tersebut sempat mengira sedang terjadi kebakaran di sekitar kawasan sekolah. Namun setelah ditelusuri, mobil Damkar tersebut ternyata tidak sedang menjalankan tugas pemadaman api, melainkan mendukung kegiatan perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI SDN 3 Cipareuan.
Air yang disedot dari saluran irigasi digunakan untuk menyiram para guru dan siswa kelas VI sebagai bagian dari rangkaian acara perpisahan yang berlangsung meriah dan penuh kegembiraan.
Baca Juga:Pertandingan Bola Voli Liga Desa di Leuwigoong Diserbu PenontonBupati Garut Dorong Lahirnya Atlet Voli Muda Berprestasi
Personel Damkar yang bertugas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap acara sekolah yang sedang digelar.
Personil mobil Damkar mengungkapkan, mereka menyedot air irigasi bukan untuk memadamkan api. Tapi untuk menyiram guru dan murid Kelas VI dalam kegiatan perpisahan.
Suasana semakin meriah ketika semprotan air dari mobil Damkar diarahkan ke lapangan sekolah. Sorak sorai para siswa terdengar bersahutan saat mereka berlarian menghindari semburan air. Namun tidak sedikit pula yang justru mendekat untuk merasakan keseruan momen tersebut.
Para guru yang turut mengikuti kegiatan pun tampak larut dalam kegembiraan. Tidak ada sekat antara guru dan murid. Semuanya menikmati kebersamaan dalam suasana santai setelah enam tahun proses pembelajaran dijalani oleh para siswa.
Kepala SDN 3 Cipareuan, Sartikah, S.Pd., bersama guru senior Yeti, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan penyiraman tersebut merupakan bagian dari acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas VI yang tahun ini berjumlah 43 orang.
Kepala SDN 3 Cipareuan Sartikah, SPD dan guru senior Yeti, SPD mengatakan, penyiraman guru dan 43 murid Kelas VI merupakan kegiatan perpisahan dan pelepasan.
Menurut pihak sekolah, kegiatan tersebut bukan sekadar basah-basahan atau hiburan semata. Ada pesan edukatif yang ingin disampaikan kepada para siswa melalui kegiatan tersebut.
Baca Juga:China Setujui Delapan UPI Baru Indonesia, Akses Ekspor Produk Perikanan Kian MeluasDKPP Jabar Dorong Lahirnya Petani Muda, Regenerasi Jadi Tantangan Sektor Pertanian
“Menyiram guru dan murid, tak sebatas basah-basahan. Lebih dari itu, mengingatkan guru dan murid atas pentingnya melestarikan sumber air,” ujarnya.
