BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan peternakan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus mengatasi berkurangnya jumlah petani dari tahun ke tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, Siti Rochani, mengatakan regenerasi petani menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, saat ini semakin sedikit anak muda yang memilih berkarier di bidang pertanian.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat sebagian besar pelaku usaha pertanian dan peternakan saat ini berasal dari kelompok usia yang tidak lagi muda.
Baca Juga:Polres Garut Ringkus Dua Terduga Pelaku Curanmor, Satu Modus Ritual SpiritualSatpol PP Garut Terus Awasi Penerapan Jam Malam Pelajar, Alun-alun Jadi Fokus Patroli
“Kami pahami itu, kami upayakan dengan regenerasi petani muda dengan program insentif dan pelatihan modern,” katanya, dilansir dar Jabar Ekspres, Selasa (2/6/2026)
Perempuan yang akrab disapa Hani itu menjelaskan bahwa upaya mencetak petani muda tidak bisa hanya dibebankan kepada DKPP. Dibutuhkan sinergi berbagai perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian secara luas.
“Bukan hanya ada di DKPP saja, tapi ada juga di Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, maupun Perhutanan,” katanya.
Selain mendorong regenerasi, DKPP juga terus melakukan pembinaan terhadap kelompok tani dan kelompok peternak yang sudah ada. Pendekatan melalui kelompok dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi, hingga efisiensi usaha.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan bahwa jumlah petani di provinsi ini pada tahun 2023 mencapai 3.159.485 orang. Namun, komposisi petani masih didominasi kelompok usia yang relatif lebih tua.
Berdasarkan data tersebut, jumlah petani dari Generasi Z tercatat sebanyak 48.713 orang. Sementara petani dari kalangan milenial mencapai 653.046 orang. Adapun kelompok terbesar berasal dari Generasi X dengan jumlah 1.343.292 orang.
Selain itu, terdapat 1.024.572 petani yang masuk kategori generasi boomers dan 89.844 orang dari kelompok pre-boomers.
Baca Juga:Tujuh Motor Pengunjung Konser di Bandung Dilaporkan Hilang, Polisi Lakukan PenyelidikanMenhaj Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air
Dominasi petani dari kelompok usia tua tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya program regenerasi yang saat ini terus didorong pemerintah. Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan insentif, pemerintah berharap sektor pertanian dapat menjadi pilihan profesi yang menarik bagi generasi muda di masa mendatang.
