Pesan tersebut dinilai penting mengingat air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberadaannya. Melalui kegiatan yang dikemas secara menyenangkan, sekolah berharap para siswa memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya alam.
Selain memiliki nilai edukasi, kegiatan tersebut juga dipilih karena dinilai sederhana dan tidak membebani orang tua siswa.
“Kegiatan semacam itu, lebih sederhana dan efisien. Namun membekas dihati murid yang akan meninggalkan sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” lanjutnya.
Baca Juga:Pertandingan Bola Voli Liga Desa di Leuwigoong Diserbu PenontonBupati Garut Dorong Lahirnya Atlet Voli Muda Berprestasi
Momen perpisahan dengan konsep penyiraman menggunakan mobil Damkar memang tengah menjadi tren di sejumlah sekolah. Cara tersebut dianggap mampu menciptakan suasana yang meriah sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Suryadi, guru ekstrakurikuler SDN 3 Cipareuan, menyebut tren tersebut kini banyak diterapkan di berbagai sekolah.
“Acara perpisahan menyiramkan air melalui mobil Damkar saat ini sedang trend. Tak hanya di SDN 3 Cipareuan. Di sekolah lain termasuk di SMK swasta, hal itu dilakukan,” katanya.
Basah kuyupnya para guru dan siswa justru menjadi bagian yang paling dikenang dalam acara tersebut. Tawa dan kebersamaan yang tercipta menjadi penutup perjalanan para siswa selama menempuh pendidikan di sekolah dasar.
Di balik kemeriahan acara pelepasan, SDN 3 Cipareuan juga memiliki catatan prestasi yang membanggakan. Sekolah tersebut berhasil menorehkan berbagai pencapaian di bidang akademik maupun nonakademik.
Ditambahkan Sartikah, sekolahnya menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dibidang olahraga renang dan sains. Prestasi semacam itu, menambah kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di SDN 3 Cipareuan ditengah persaingan kompetitif.
Berbagai prestasi tersebut menjadi modal penting bagi SDN 3 Cipareuan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Sementara bagi para siswa kelas VI, momen perpisahan yang diwarnai semprotan air dari mobil Damkar akan menjadi salah satu kenangan yang sulit dilupakan sebelum mereka melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Pepen Apendi)
