Mahasiswa Unpad Jalani KKN di Leuwigoong, Fokus pada Bidang Sosial dan Pendidikan

Radar Garut
Mahasiswa Unpad Jalani KKN di Leuwigoong, Fokus pada Bidang Sosial dan Pendidikan
0 Komentar

GARUT – Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Selama menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa akan menyasar sejumlah bidang, terutama sosial kemasyarakatan dan pendidikan. Program yang disiapkan juga mencakup penyuluhan hukum untuk menambah wawasan masyarakat.

Kedatangan para mahasiswa diterima Kepala Desa Leuwigoong, Andes Slamet, bersama Sekretaris Desa Leuwigoong, Wahyu Adam, di ruang rapat kantor desa, Senin (13/7/2026).

Baca Juga:Bupati Garut Beri Kelonggaran ASN Dampingi Anak di Awal SekolahBeasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026 Segera Dibuka, Pemkab Garut Siapkan 109 Formasi

Dalam pertemuan tersebut, Andes menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi wilayah, potensi desa, serta berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Leuwigoong.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih tingginya jumlah warga kurang mampu. Sejumlah warga yang dinilai layak menerima bantuan sosial juga disebut belum terakomodasi dalam program bantuan pemerintah.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat, terutama dalam bidang yang menjadi fokus program KKN,” kata Andes.

Andes mengaku, kegiatan KKN juga diharapkan mampu memotivasi warga untuk meningkatkan kualitas hidup. “Setidaknya, masyarakat dapat memperoleh tambahan wawasan dan pengetahuan akademik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Selama menjalani KKN, sebanyak 19 mahasiswa tersebut tinggal di rumah warga di Kampung Cibingbin, Desa Leuwigoong. Setelah mengikuti penerimaan dan mendapatkan penjelasan mengenai kondisi desa, mereka langsung memulai kegiatan di lingkungan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, serta unsur pendidikan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Selain pelaksanaan KKN, Pemerintah Desa Leuwigoong saat ini tengah menjalani proses pemekaran wilayah berdasarkan aspirasi masyarakat. Wilayah hasil pemekaran tersebut diberi nama Sindang Rahayu dan kini masih berstatus sebagai desa persiapan.

Baca Juga:Nelayan Citemu yang Hilang di Perairan Mundu Ditemukan MeninggalPT KAI Serahkan Bangunan Pos JPL 19 Mandalagiri kepada Pemkab Garut

Masyarakat berharap seluruh tahapan pemekaran dapat berjalan lancar sehingga Sindang Rahayu segera ditetapkan menjadi desa definitif. Penetapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan dan mempercepat pembangunan di wilayah hasil pemekaran. (*)

0 Komentar