Anggaran Ketahanan Pangan Garut Terpangkas Efisiensi, Dinas Pertanian Dapat Tambahan Rp10 Miliar

Radar Garut
Anggaran Ketahanan Pangan Garut Terpangkas Efisiensi, Dinas Pertanian Dapat Tambahan Rp10 Miliar
0 Komentar

Saat ini, jumlah kelompok tani di Kabupaten Garut disebut mencapai sekitar 6.615 kelompok, dengan jumlah petani yang tergabung di dalamnya hampir 490 ribu orang.

“Kelompok tani itu jumlah kita itu adalah 6.615 nih, jumlah petani yang ada di kelompok atau anggota itu kurang lebih hampir 490 ribuan. Kalau bicara kebutuhan ya tadi masih kuranglah,” katanya.

Meski anggaran terbatas, Dedi mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga keberlanjutan program pertanian yang secara langsung menyentuh kebutuhan petani.

Baca Juga:Gabung Berandalan Bermotor, Puluhan Pelajar Aniaya Warga yang Sedang NongkrongPNM Peduli Perkuat Fasilitas Pesantren Lewat Renovasi Masjid Annajatul Faizin

“Tetapi tetap bahwa harapan dan keinginan Pak Bupati, atensi wabilkhusus kepada petani di dalamnya agar ada beberapa kegiatan yang memang betul fokus mendukung dan kita hadir bersama petani,” lanjutnya.

Selain dukungan anggaran, Pemkab Garut juga mulai mendorong regenerasi petani melalui edukasi kepada para pelajar.

Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak semakin menjauh dari sektor pertanian.

“Maka nanti ada edukasi tentang anak-anak nih agar paham dan tahu, ulah sampai kieu ‘teu jadi cita-cita hayang jadi petani teh nya’, saha nu neruskeun engke? Nah, sehingga Pak Bupati mengharapkan ada edukasi kepada para pelajar yang nanti akan melanjutkan kita,” katanya.

Dedi menambahkan, penguatan sektor pertanian ke depan juga harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi.

Menurutnya, petani harus mulai diperkenalkan dengan teknologi sederhana maupun modern yang dapat membantu proses budidaya, mulai dari mengetahui kondisi tanah hingga penggunaan drone untuk kebutuhan tertentu.

“Makanya kita juga berharap bahwa Bupati mengharapkan ada pemanfaatan teknologi meskipun sederhana. Sehingga petani paham ketika nanam teh, ‘Oh ieu teh tanah teh asam’, kan kudu alatna atuh bisa tahu asam dan basa, nah sudah mengarahkan seperti itu,” pungkasnya. (rza)

0 Komentar