GARUT – Anggaran sektor pertanian di Kabupaten Garut yang berkaitan dengan program ketahanan pangan mengalami penurunan pada 2026. Jika pada 2025 anggarannya berada di kisaran Rp61 miliar, tahun ini jumlahnya turun menjadi sekitar Rp31 miliar akibat kebijakan efisiensi.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dedi, mengatakan kondisi anggaran saat ini memang cukup terbatas sehingga kebutuhan program belum seluruhnya dapat terakomodasi.
“Kalau bicara keinginan, memang jelas kita kurang nih, kita kurang anggaran karena posisi anggaran di efisiensi atau defisit,” ujar Dedi belum lama ini.
Baca Juga:Gabung Berandalan Bermotor, Puluhan Pelajar Aniaya Warga yang Sedang NongkrongPNM Peduli Perkuat Fasilitas Pesantren Lewat Renovasi Masjid Annajatul Faizin
Meski demikian, menurutnya, Dinas Pertanian masih memperoleh tambahan dukungan anggaran dari Bupati Garut. Tambahan tersebut diberikan agar sejumlah program strategis di sektor pertanian tetap dapat berjalan.
“Kemarin kita dengan Pak Bupati juga, yang lain mah betul-betul efisiensi, kita Dinas Pertanian dapat support anggaran gitu dari Pak Bupati, sok ditambah gitu dan alhamdulillah ya,” katanya.
Dedi menjelaskan, pada 2025 anggaran sektor tersebut mencapai sekitar Rp61 miliar. Sementara pada 2026, setelah terkena efisiensi, anggaran berkurang menjadi sekitar Rp31 miliar.
“Jika bicara anggaran, memang awalnya kemarin kita besar nih, kita teh Rp61 miliaran tahun 2025. Nah tahun 2026 sekarang hanya Rp31 miliar gitu,” paparnya.
Namun, adanya tambahan dukungan sekitar Rp10 miliar dari Bupati Garut membuat total anggaran yang dapat dimanfaatkan pada 2026 meningkat menjadi sekitar Rp41 miliar.
“Sekarang Pak Bupati support tambah lagi menjadi 10 gitu kemarin, alhamdulillah jadi 41. Yang lain mah benar-benar efisiensi, kita ya alhamdulillah ada bantuan dari Pak Bupati,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Pertanian juga masih mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian dalam bentuk berbagai sarana produksi dan alat pertanian.
Baca Juga:PNM Peduli Salurkan Mushaf Al-Qur’an untuk Penguatan Pendidikan SantriPolisi dan Leles Lestari Foundation Dorong Kemandirian Petani lewat Program Jagung
Dedi menyebut bantuan tersebut antara lain berupa hand tractor, alat dan mesin pertanian, bibit hingga pupuk.
“Meskipun hanya penerima manfaat, kadang-kadang kita dapat nih model dapat hand tractor, kayak alsintan, kayak bibit, kayak pupuk. Meskipun hanya sebatas penerima manfaat kan alhamdulillah,” ucapnya.
Menurut Dedi, kebutuhan anggaran pertanian di Kabupaten Garut cukup besar karena jumlah kelompok tani maupun petani yang harus dilayani juga sangat banyak.
