Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek Fiktif CCTV dan Finger Print
Di sisi lain, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, mengungkap adanya dua proyek pengadaan yang diduga fiktif dalam kasus dugaan korupsi Program MBG tahun 2025-2026.
Dua proyek tersebut yakni pengadaan kamera pengawas atau CCTV serta alat finger print atau pemindai sidik jari. Keduanya disebut menggunakan skema sewa.
“Nah, tapi ada lagi yang lebih menarik, tadi Pak Sony mengungkap yang lebih besar daripada kerugian negara. Apa? Jadi, sebelum Pak Sony masuk, itu ada kontrak yang namanya CCTV dengan pengadaan sidik jari,” ungkap Krisna kepada wartawan.
Baca Juga:Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Minta Pelaku Dihukum SetimpalPenjual Air MIneral yang Meresahkan Warga Ditangkap
Menurut Krisna, CCTV itu direncanakan dipasang di setiap titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG. Setiap titik disebut mendapat lima unit, dengan total sekitar 5.000 unit CCTV dan nilai anggaran mencapai Rp300 miliar.
“Jadi, NGN itu meng-outsourcing kepada sebuah vendor dengan pengadaan itu totalnya sekitar Rp 300 miliar lebih. Dengan 5.000 titik, 5.000 SPPG yang harus dipasang CCTV dan sidik jari,” imbuhnya.
Krisna menyebut kontrak sewa pengadaan tersebut telah berakhir pada 19 Februari 2026. Namun, sebelum masa kontrak selesai, Sony disebut sempat meminta vendor menunjukkan keberadaan perangkat CCTV dan pemindai sidik jari tersebut.
Menurut Krisna, vendor tidak dapat memperlihatkan perangkat yang dimaksud karena tidak terpasang di tiap SPPG.
“Dia jawab itu total loss. Artinya bahwa itu boleh dikatakan adalah fiktif,” beber Krisna.
Selain itu, Krisna menyampaikan bahwa Sony juga mengungkap adanya 41 nama yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 26 nama.
“Totalnya 41 nama. Jadi, totalnya sekarang bertambah, jadi totalnya 41 nama,” ungkap Krisna usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Gedung Bundar Kejagung.
Baca Juga:1 Tersangka Kasus Penggelapan Tanah Ditahan, Dua Lainnya SakitBupati Garut Dukung Festival Qasidah, Dinilai Berpotensi Dongkrak Wisata dan Ekonomi
Krisna mengatakan, penyidik sempat mengonfirmasi nama-nama tersebut melalui ponsel Sony, termasuk komunikasi terkait permintaan titik SPPG.
“Dibukainlah tadi WhatsApp-nya permintaan terkait itu titik,” imbuhnya.
Meski begitu, Krisna mengklaim kliennya tidak mengetahui apakah titik-titik SPPG tersebut diperjualbelikan atau tidak. Ia juga membantah Sony menerima uang dari dugaan penjualan titik SPPG.
