Pendapatan Budidaya Talas Beneng Dinilai Sangat Menjanjikan

istimewa
Pendapatan Budidaya Talas Beneng Dinilai Sangat Menjanjikan
0 Komentar

GARUT – Talas beneng mulai dilirik sebagai komoditas pertanian alternatif yang menjanjikan bagi petani di Kabupaten Garut. Selain memiliki biaya perawatan yang relatif rendah, tanaman ini juga menawarkan potensi pendapatan yang cukup besar karena dapat dipanen secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang.

Belakangan ini, budidaya talas beneng semakin mendapat perhatian, baik dari kalangan petani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya BUMDes Bangkit Mekarsari di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, yang tengah mempersiapkan lahan untuk mengembangkan tanaman tersebut sebagai salah satu unit usaha produktif desa.

Talas beneng memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena daunnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pengganti tembakau rokok. Selain itu, umbinya juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan sehingga memiliki potensi pasar yang cukup luas.

Baca Juga:Mobil Damkar Siram Guru dan Murid dalam Acara Perpisahan SDN 3 CipareuanPertandingan Bola Voli Liga Desa di Leuwigoong Diserbu Penonton

Salah seorang petani talas beneng di Garut, Cepi, mengatakan bahwa potensi pendapatan dari komoditas tersebut cukup menjanjikan. Menurutnya, dalam satu hektare lahan, petani dapat memperoleh omzet kotor hingga sekitar Rp15 juta setiap kali panen.

“Untuk panen sendiri setiap 2 minggu sekali setelah usia talas mulai beranjak 4 bulan. Jadi penanaman awal sampai siap panen itu 4 bulan, setelah itu terus panen sampai usia 4 tahun setiap 2 minggu sekali,” ujar Cepi.

Ia menjelaskan, masa tanam awal hingga tanaman siap dipanen membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Setelah memasuki masa produktif, petani dapat melakukan panen daun secara rutin setiap dua minggu sekali tanpa harus melakukan penanaman ulang dalam waktu dekat.

Menurut Cepi, salah satu keunggulan utama talas beneng adalah umur produktifnya yang panjang. Dalam kondisi pertumbuhan yang baik, tanaman dapat terus menghasilkan hingga empat tahun sehingga memberikan sumber pendapatan yang relatif stabil bagi petani.

Selain itu, talas beneng juga dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan. Berbeda dengan sejumlah komoditas hortikultura yang membutuhkan pemupukan dan penyemprotan intensif, talas beneng dapat tumbuh dengan perawatan yang lebih sederhana.

” Kita belum pernah mendengar talas disemprot bukan? Mana Ada talas yang diperlakukan seperti tanaman lain. Bahkan banyak talas yang ditanam kemudian dibiarkan begitu saja, namun dia bisa tumbuh subur,” ujarnya.

0 Komentar