Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Garut Siagakan 100 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

istimew hewan qurban
Ilustrasi Hewan Qurban
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) menyatakan kesiapan menghadapi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kesiapan itu dilakukan dengan memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban dan keamanan pangan asal hewan di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri mengatakan bahwa 100 petugas pemeriksa hewan kurban telah disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai titik penjualan hingga lokasi penyembelihan hewan kurban.

“Petugas tersebut terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, dan tenaga teknis lapangan yang akan melakukan pengawasan secara terpadu selama periode Idul Adha,” katanya, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:Bupati Garut Dorong Gaya Hidup Sehat di Kalangan MasyarakatMenuju Porprov Jabar 2030, Garut Siapkan Infrastruktur hingga Peluang UMKM

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman dan nyaman.

“Kami ingin memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai syariat sehingga masyarakat merasa aman saat melaksanakan ibadah kurban,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, petugas nantinya akan melakukan pemeriksaan ante-mortem sebelum penyembelihan dan post-mortem setelah penyembelihan untuk memastikan hewan bebas penyakit menular, cukup umur, serta aman dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, Diskannak Garut juga menerapkan prinsip HAUS, yakni Halal, Aman, Utuh, dan Sehat, dalam seluruh proses penanganan hewan dan daging kurban. Pengawasan dilakukan mulai dari sanitasi lokasi pemotongan, kebersihan alat, hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.

“Prinsip HAUS menjadi perhatian utama kami agar daging kurban yang diterima masyarakat tetap berkualitas, higienis, dan aman untuk dikonsumsi,” ungkap Dyah.

Dalam pelaksanaan pengawasan, menurut Dyah, Diskannak Garut bekerja sama dengan sejumlah organisasi profesi seperti PDHI Cabang Jawa Barat IV, PAVETI, PARAVETINDO, serta kader posyandu ternak di wilayah Kabupaten Garut.

Tak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, Diskannak juga menyiapkan berbagai langkah lain seperti bimbingan teknis Juru Sembelih Halal (Juleha), pengawasan lalu lintas ternak, edukasi kepada pedagang dan panitia kurban, hingga layanan konsultasi masyarakat terkait kesehatan hewan kurban.

Baca Juga:Tulisan “GARUT” di Alun-alun Hilang, DLH Sebut Akan Dipindahkan ke Depan Rutan324 Jembatan di Garut Diajukan ke Pemerintah Pusat, Tiga Titik Siap Diperbaiki

Dyah memastikan kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Garut saat ini masih dalam kondisi terkendali, termasuk terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

0 Komentar