GARUT – Hilangnya ikon tulisan “GARUT” di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Alun-alun Garut, sempat memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Selama ini, tulisan tersebut menjadi salah satu penanda pusat kota sekaligus spot favorit warga dan wisatawan untuk berfoto.
Tulisan ikonik itu diketahui mulai tidak terlihat sejak pelaksanaan kegiatan Kirab Budaya Minangkala Tatar Sunda yang digelar di kawasan Alun-alun Garut beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menegaskan bahwa tulisan “GARUT” bukan dihilangkan, melainkan akan dipindahkan ke lokasi baru di kawasan belokan depan Rumah Tahanan (Rutan) Garut.
Baca Juga:324 Jembatan di Garut Diajukan ke Pemerintah Pusat, Tiga Titik Siap DiperbaikiPNM Peduli Hadirkan Program Sosial dan Pemberdayaan, Dukung Renovasi Masjid Hingga Penguatan UMKM Perempuan
“Nanti kita akan pindahkan ke belokan yang depan Rutan itu, jadi masih di kawasan situ. Nanti view-nya lebih bagus dan perawatannya juga lebih mudah,” ujar Jujun, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pemindahan ikon tulisan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan agar tampilan kota menjadi lebih tertata dan estetis.
Sementara itu, area bekas lokasi tulisan “GARUT” di kawasan Alun-alun nantinya akan dialihfungsikan menjadi taman kota.
“Tempat sebelumnya nanti akan dijadikan taman,” katanya.
Jujun menambahkan, penataan kawasan tidak hanya dilakukan di sekitar Alun-alun, tetapi juga akan menyasar sejumlah titik lainnya secara bertahap, termasuk kawasan Kerkof Garut.
“Itu bagian dari penataan kita. Selain di situ, kita juga akan lakukan penataan di kawasan Kerkof. Jadi bertahap,” imbuhnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemindahan tulisan “GARUT” berkaitan dengan kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kegiatan Kirab Budaya beberapa waktu lalu.
’“Bukan karena ada KDM, hanya kebetulan saja momentumnya bersamaan,” tegasnya.
Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Satpolairud Polres Garut Perketat Pengawasan di Pantai Karang PapakPKU Akbar 2026 Jadi Penguat UMKM Pesisir, 300 Pelaku Usaha Garut Selatan Didorong Lebih Kompetitif
Rencananya, proses pemindahan tulisan tersebut akan dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Sebelum dipasang di lokasi baru, DLH terlebih dahulu akan melakukan penataan area, termasuk menebang pohon besar yang sudah kering di sekitar lokasi.
“Pemindahannya direncanakan sekitar satu bulan ke depan karena di situ ada pohon besar yang harus ditata. Pohonnya juga harus ditebang dulu karena sudah kering,” jelas Jujun.
