Momentum Idul Fitri di Rutan Garut, 154 WBP Terima Remisi, Dua Orang Hirup Udara Bebas

istimewa
Momentum Idul Fitri di Rutan Garut, 154 WBP Terima Remisi, Dua Orang Hirup Udara Bebas
0 Komentar

GARUT – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut berlangsung penuh kekhusyukan. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan Shalat Idul Fitri yang dirangkaikan dengan pemberian Remisi Khusus Hari Raya, Sabtu (21/03/2026), di area Gazebo Rutan Garut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kepala Rutan Garut, jajaran petugas, unsur aparat penegak hukum, serta seluruh warga binaan.

Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan khutbah. Dalam khutbah tersebut, jamaah diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat hubungan sosial, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momen refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga:Kebakaran Hanguskan Gudang Surpet di Banyuresmi, Kerugian Ditaksir Ratusan JutaKesal Ditegur Soal Knalpot Bising, Pria di Pakenjeng Aniaya Pemuda Hingga Hidung Patah

Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H serta sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang disampaikan oleh perwakilan Kanwil Jawa Barat.

Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis kepada perwakilan WBP. Berdasarkan data, sebanyak 152 orang memperoleh Remisi Khusus I berupa pengurangan masa pidana, sedangkan 2 orang lainnya mendapatkan Remisi Khusus II yang membuat keduanya langsung bebas pada hari tersebut.

Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail menegaskan bahwa remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana.

“Pemberian remisi ini merupakan hak yang diberikan kepada Warga Binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Ini juga menjadi indikator bahwa mereka telah menunjukkan perkembangan perilaku yang baik selama mengikuti pembinaan,” ujarnya.

Menurutnya, Idul Fitri menjadi momentum yang sangat bermakna untuk memperkuat pembinaan spiritual di lingkungan rutan.

“Hari raya ini adalah momen kembali ke kesucian. Kami berharap para Warga Binaan mampu menjadikannya sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia,” katanya.

Ia menambahkan, pembinaan di Rutan Garut tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan mental, spiritual, serta keterampilan hidup.

Baca Juga:Amankan Malam Takbiran, Bupati Garut Tekankan Sinergi dan Pelayanan MaksimalAksi Begal di Jalan Sepi Tasikmalaya Berakhir, Pelaku Dibekuk Polisi dalam Sehari

“Kami terus mendorong berbagai program pembinaan agar mereka memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak kembali terjerat masalah hukum,” jelasnya.

0 Komentar