GARUT – Menjelang arus mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten Garut memberlakukan pembatasan operasional bagi andong dan becak yang beraktivitas di ruas jalan provinsi dan jalan nasional. Kebijakan tersebut diterapkan untuk membantu memperlancar arus lalu lintas serta mengurangi potensi kemacetan selama periode mudik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Satria Budi mengatakan kebijakan ini dilakukan karena keberadaan andong dan becak di jalur utama sering kali memperlambat arus kendaraan, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang Lebaran.
Menurutnya, pemerintah akan memberikan kompensasi kepada para kusir andong maupun tukang becak sebagai bentuk perhatian atas pembatasan operasional tersebut.
Baca Juga:PNM Cabang Garut Bagikan Takjil Ramadan dari Produk Nasabah Ultra MikroBazar CICI ROSA PNM Garut Jadi Ajang Promosi Produk Nasabah Ultra Mikro
“Insyaallah intervensi ini akan dilaksanakan mulai tanggal 13 dan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Satria Budi, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, jumlah andong dan becak yang biasa beroperasi di ruas jalan provinsi dan nasional di Garut tercatat sebanyak 483 andong dan 6 becak.
Sebagai bentuk kompensasi, para kusir andong dan tukang becak akan menerima bantuan sebesar Rp200 ribu per hari selama tujuh hari, yakni mulai H-3 hingga H+4 Lebaran.
“Nanti para kusir akan disiapkan buku rekening. Sistem pencairannya melalui transfer langsung ke rekening masing-masing,” katanya.
Satria menegaskan bahwa kebijakan pembatasan ini hanya berlaku bagi andong dan becak yang beroperasi di jalan provinsi dan jalan nasional. Sementara bagi yang beroperasi di jalan kabupaten, aktivitas tetap diperbolehkan seperti biasa.
“Kalau di jalan kabupaten tetap boleh beroperasi seperti biasa,” tegasnya.
Di sisi lain, Dishub Garut memastikan angkutan kota (angkot) tetap beroperasi normal selama periode Lebaran karena dinilai masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Baca Juga:PNM Cabang Garut Dorong Literasi Hukum Media Lewat Diskusi KUHP–KUHAP Momentum HPNMomentum HJG ke-213, Pemkab Garut Kenang Jejak Kepemimpinan Lewat Ziarah Tokoh
“Untuk angkot tetap beroperasi seperti biasa karena masyarakat masih membutuhkan layanan transportasi tersebut,” pungkasnya. (Muhammad Rizki)
