Patroli Jalan Kaki, Langkah Sunyi Polisi Menjaga Malam Kota Garut

istimewa
Patroli Jalan Kaki, Langkah Sunyi Polisi Menjaga Malam Kota Garut
0 Komentar

MALAM di pusat Kota Garut tampak lebih tenang dari biasanya. Di sela lampu pertokoan yang masih menyala dan lalu lalang warga, sejumlah anggota kepolisian terlihat berjalan kaki menyusuri trotoar, menyapa pedagang, dan sesekali berbincang dengan warga.

Garut,

Mereka bukan sekadar melintas, melainkan menjalankan tugas khusus: patroli jalan kaki.

Itulah yang dilakukan personel Satuan Samapta Polres Garut. Tanpa kendaraan patroli, mereka memilih berjalan kaki agar lebih dekat dengan masyarakat dan dapat memantau situasi secara langsung.

Baca Juga:APBD Garut 2026 Turun Drastis, Jadi Rp4,6 TriliunSatgas Premanisme Garut Gelar Sosialisasi Serentak di Enam Kecamatan

Kasat Samapta Polres Garut, AKP ArdiYanto menjelaskan bahwa pola patroli ini sengaja dilakukan untuk menghadirkan rasa aman yang lebih nyata bagi warga.

“Dengan berjalan kaki, anggota bisa berinteraksi langsung, mendengar keluhan warga, sekaligus melihat situasi lapangan secara detail,” ujarnya.

Rute patroli menyasar kawasan pertokoan, perkantoran, pusat keramaian, hingga titik-titik yang dinilai rawan kejahatan. Setiap sudut disusuri, setiap aktivitas diamati. Sesekali, petugas berhenti untuk mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap barang bawaan mereka.

Tak hanya itu, imbauan kamtibmas juga disampaikan secara persuasif. Warga diminta tidak segan melapor jika menemukan hal mencurigakan. Bagi polisi, kehadiran masyarakat sebagai mitra keamanan menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang kondusif.

ArdiYanto menegaskan, patroli jalan kaki bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pelayanan publik yang humanis.

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan polisi, merasa terlindungi. Ini komitmen kami untuk terus hadir di tengah-tengah warga,” katanya.

Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada jam-jam rawan. Harapannya, kehadiran polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.

Baca Juga:Garut Sel Dinilai Sangat Layak jadi Daerah Otonomi BaruSisa Bantuan Tidak Terduga Rp3 Miliar Jadi SILPA

Di tengah kesibukan kota, langkah-langkah sunyi aparat kepolisian itu menjadi simbol bahwa keamanan tak selalu datang dengan sirene dan kendaraan dinas, tapi juga lewat sapaan hangat dan kehadiran yang menenangkan. (*)

0 Komentar