Asep menambahkan, para juara Liga Desa nantinya akan kembali mendapat kesempatan untuk tampil pada ajang yang lebih tinggi di tingkat kabupaten. Dengan demikian, kompetisi yang digelar tidak berhenti pada level desa saja, melainkan menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Para juara bola voly liga desa, ditunggu dalam pertandingan berikutnya di tingkat kabupaten. Bagi ivo yang menjadi juara, disediakan hadiah dan piala,” sebutnya.
Pada kesempatan tersebut, Asep Mulyana secara langsung menyerahkan hadiah berupa bola voli kepada tim juara putra dan juara putri sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih selama kompetisi berlangsung.
Baca Juga:Bupati Garut Dorong Lahirnya Atlet Voli Muda BerprestasiChina Setujui Delapan UPI Baru Indonesia, Akses Ekspor Produk Perikanan Kian Meluas
Selain berdampak pada pembinaan olahraga, penyelenggaraan Liga Desa juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ramainya penonton yang datang menyaksikan pertandingan membuat sejumlah pedagang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan di sekitar arena.
Warung-warung dadakan bermunculan di sekitar lapangan guna melayani kebutuhan penonton. Tidak hanya itu, warga juga memperoleh tambahan penghasilan dari jasa parkir kendaraan yang digunakan para pengunjung.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan berbagai pihak, kompetisi bola voli tingkat desa diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu sarana pembinaan atlet sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal. (Pepen Apendi)
