GARUT – Aktivitas ngabuburit warga di wilayah Kecamatan Banjarwangi berubah menjadi peristiwa mengejutkan setelah ditemukannya kerangka manusia di area hutan, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kerangka tersebut ditemukan di kawasan Blok Batumeungpeuk B7, Kampung Sodong, Desa Tanjungjaya. Penemuan bermula dari sekelompok warga yang tengah berada di hutan untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.
Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan mengatakan salah satu saksi bernama Nurdin bersama rekan-rekannya awalnya berangkat sekitar pukul 15.30 WIB dengan tujuan berburu.
Baca Juga:Polisi Ringkus RR di Tarogong Kidul, Bawa 45 Paket Sabu Siap EdarBupati Garut Tinjau Jalur Selatan, Pastikan Kesiapan Wisata Hadapi Lonjakan Libur Lebaran
“Setelah cukup lama berada di dalam hutan, mereka justru menemukan kerangka manusia. Karena takut, mereka tidak berani mendekat,” ujar Ipar, Jumat (20/3/2026).
Para saksi kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas yang berjaga di pos pengamanan mudik terdekat.
Menindaklanjuti laporan itu, anggota Polsek Banjarwangi bersama tenaga kesehatan langsung bergerak menuju lokasi pada malam hari. Akses menuju titik penemuan yang sulit dan berada jauh di dalam hutan membuat petugas baru tiba sekitar tengah malam.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kerangka ditemukan dalam posisi terlentang tanpa adanya pakaian yang melekat. Kondisi tulang juga tidak sepenuhnya utuh.
“Ada beberapa bagian yang terpisah, kemungkinan akibat dimakan atau diseret oleh hewan liar,” jelasnya.
Setelah dilakukan olah TKP, petugas mengevakuasi kerangka tersebut dan membawanya ke RSUD dr. Slamet Garut untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.
Ipar menyatakan bahwa tim Inafis akan melakukan pemeriksaan mendalam guna mengetahui identitas korban serta penyebab kematian.
Baca Juga:Diduga Mabuk, Pemudik Asal Tasik Kecelakaan Tunggal di Jalan Sudirman GarutAmbulans Disalahgunakan untuk Mudik, Polisi Amankan Kendaraan di Malangbong
Hingga saat ini, kasus penemuan kerangka manusia tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib. (*)
