GARUT – Kabupaten Garut masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan sepanjang tahun 2025, baik penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus tertinggi adalah Tuberkulosis (TBC).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, jumlah penderita TBC pada tahun 2025 mencapai sekitar 9.000 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 8.000 kasus pada 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kasus tersebut bukan disebabkan melonjaknya penularan, melainkan karena upaya penemuan kasus yang kini dilakukan lebih masif.
Baca Juga:Bupati Garut: Saya Berharap Baznas Jangan Hanya Bergantung Kepada ASN SajaUMKM Berpeluang Masuk Program Makan Bergizi Gratis
“Kita memang masih dihadapkan pada berbagai masalah kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular. Untuk penyakit menular seperti TBC, angkanya masih tinggi, sekitar 9.000 pasien di tahun 2025,” ujar Leli.
Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena pihaknya secara aktif melakukan pencarian kasus TBC di masyarakat agar penderita dapat segera ditangani.
“Kenapa terlihat meningkat? Karena memang upaya kita untuk menemukan penderita TBC semakin gencar. Kita berupaya menemukan sebanyak mungkin penderita agar bisa segera diobati,” jelasnya.
Leli menegaskan, langkah ini sangat penting untuk memutus rantai penularan TBC. Dengan pengobatan yang cepat dan tuntas, diharapkan penderita tidak lagi menularkan penyakit kepada orang lain.
“Harapannya, setelah diobati, mereka tidak menularkan kepada masyarakat lainnya,” katanya.
Ia memprediksi, tren peningkatan kasus TBC kemungkinan masih akan terlihat dalam dua hingga tiga tahun ke depan, seiring dengan terus digencarkannya penemuan kasus. Namun setelah itu, angka kasus diharapkan mulai menurun.
“Dalam dua sampai tiga tahun ke depan mungkin masih terlihat naik, karena kita memang sedang fokus mencari kasus. Tapi targetnya setelah itu, sekitar 2030, mulai terjadi penurunan,” pungkasnya. (Muhammad Rizki)
