GARUT – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2025. Total penanganan jalan kabupaten melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) mencapai sekitar 26 kilometer.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa dari total tersebut, sekitar 20 kilometer ditangani dengan perkerasan hotmix dan sekitar 6 kilometer menggunakan beton.
“Selain jalan kabupaten, peningkatan juga dilakukan di jalan desa yang tersebar di 13 desa. Itu di luar kegiatan pemeliharaan, karena untuk pemeliharaan kita tangani kurang lebih 140 kilometer,” ujar Agus, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga:Kunjungan Wakil Presiden di Pesantren Cipasung Tasikmalaya Berjalan AmanSekda Garut sebut APBD Harusnya Bisa Diakses Publik
Agus yang akrab disapa Agis itu menjelaskan, tidak semua ruas jalan di Garut bisa menggunakan beton. Salah satu kendala utama adalah lebar jalan yang belum memenuhi standar.
“Rata-rata lebar jalan kabupaten di Garut hanya sekitar 2,5 sampai 3,5 meter, sedangkan perbaikan menggunakan beton membutuhkan lebar minimal 4 meter. Kalau di bawah itu tidak bisa pakai beton karena harus ditutup, dan waktu pengerjaannya juga cukup lama. Maka sebagian peningkatan dilakukan dengan hotmix,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, Agis menyebutkan bahwa pada tahun 2025 PUPR Garut mengalokasikan dana untuk rekonstruksi jalan sebesar Rp41,6 miliar, rehabilitasi Rp43,8 miliar, dan pemeliharaan Rp15,6 miliar.
“Total anggaran untuk penanganan jalan sekitar Rp85 miliar, baik dari anggaran murni maupun perubahan,” ungkapnya.
Meski demikian, Agis mengakui masih banyak ruas jalan yang belum tertangani pada tahun 2025. Hal itu disebabkan panjang total jalan kabupaten di Garut mencapai sekitar 1.022 kilometer, sementara tingkat kemantapan jalan baru berada di kisaran 68 persen.
“Artinya masih ada sekitar 300 kilometer jalan kabupaten yang kondisinya rusak,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi pada jalan desa. Dari total panjang jalan desa di Garut sekitar 2.800 kilometer, sekitar 1.500 kilometer diantaranya mengalami kerusakan.
Baca Juga:Pemkab Garut Apresiasi PMI Garut yang Turut Tangani Bencana NasionalPedagang Pasar Tradisional di Garut Tergerus Online, Disperindag Siapkan Langkah Antisipasi
“Kalau dalam satu tahun kita hanya bisa membangun puluhan kilometer, tentu masih sangat banyak yang belum tertangani. Misalnya hari ini kita bisa bangun 100 kilometer, berarti butuh waktu sekitar 15 tahun untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
