Kadisparbud Garut Sebut Pungli Masih Terjadi di Tempat Wisata, E-Ticketing Diwacanakan

istimewa
Kadisparbud Garut Sebut Pungli Masih Terjadi, E-Ticketing Diwacanakan
0 Komentar

GARUT – Praktik pungutan liar (pungli) masih kerap terjadi di sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Garut. Salah satu kasus yang menjadi sorotan publik adalah dugaan “getok” tarif oleh oknum petugas di Pantai Santolo saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama para pengelola objek wisata dan petugas lapangan.

“Kita akan mengumpulkan seluruh UPT bersama teman-teman di lapangan. Saya ingin mendalami seperti apa kondisi faktual yang selama ini banyak dibicarakan masyarakat,” ujar Beni.

Baca Juga:APBD Garut 2026 Turun Drastis, Jadi Rp4,6 TriliunSatgas Premanisme Garut Gelar Sosialisasi Serentak di Enam Kecamatan

Ia menegaskan, sebelum mengambil langkah lanjutan, pihaknya ingin mendapatkan gambaran yang jelas mengenai situasi di lapangan.

“Nanti kita diskusikan langkah-langkah ke depan seperti apa. Saya juga akan mendengar langsung dari mereka tentang kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ucapnya.

Sebagai upaya pencegahan praktik pungli, Disparbud Garut terus mendorong penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing di sejumlah objek wisata.

Tahun 2026 ini, kawasan wisata Pantai Santolo di Garut selatan menjadi salah satu target utama penerapan sistem tersebut.

“Pantai Santolo menjadi salah satu target e-ticketing tahun ini. Kita juga akan mengevaluasi beberapa objek wisata yang sudah menggunakan sistem ini. Bahkan, ada beberapa objek wisata lain yang akan kita terapkan e-ticketing untuk meminimalisir potensi pungli,” jelasnya.

Diketahui, Beni Yoga Gunasantika baru beberapa waktu lalu dilantik sebagai Kepala Disparbud Garut. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Kadiskanak) Kabupaten Garut. (Muhammad Rizki)

0 Komentar