Hujan Deras Mengguyur Wilayah Garut Selatan, Jembatan Cisitu Cikelet Ambruk

istimewa
Hujan Deras Mengguyur Wilayah Garut Selatan, Jembatan Cisitu Cikelet Ambruk
0 Komentar

GARUT – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, sejak Sabtu malam (17/1/2026) mengakibatkan sejumlah sungai meluap serta menyebabkan sebuah jembatan penghubung antar desa ambruk. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Cikelet Polres Garut langsung melakukan langkah mitigasi dan pengecekan lapangan guna mencegah dampak yang lebih luas.

Kapolsek Cikelet, Iptu Aktas Komalsyah Siregar mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya genangan air akibat meluapnya beberapa sungai setelah hujan deras turun cukup lama.

Beberapa lokasi terdampak di antaranya Kampung Cijambe RT 02 RW 04, Desa Cijambe. Di lokasi tersebut, Sungai Cipasarangan meluap hingga menggenangi halaman rumah warga. Selain itu, luapan Sungai Cicadas di Kampung Cicadas RT 02 RW 08, Desa Cigadog, menyebabkan akses jalan desa menuju Kampung Civadas tertutup air.

Baca Juga:APBD Garut 2026 Turun Drastis, Jadi Rp4,6 TriliunSatgas Premanisme Garut Gelar Sosialisasi Serentak di Enam Kecamatan

Tak hanya itu, Sungai Cimangke juga meluap dan merendam rumah warga di Kampung Gunungsulah RT 02 RW 03, Desa Cigadog. Salah satu rumah milik warga bernama Pardi terdampak genangan akibat luapan sungai tersebut.

Mengetahui kondisi itu, personel Polsek Cikelet bersama aparat desa dan masyarakat setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pengamanan, serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

“Kami melakukan pengecekan langsung ke lapangan, memantau debit air sungai, serta mengingatkan masyarakat agar tetap siaga,” ujar Aktas.

Selain banjir, hujan deras juga mengakibatkan ambruknya Jembatan Cisitu yang berada di jalan desa penghubung antara Desa Karangsari dan Desa Kertamukti, Kecamatan Cikelet. Jembatan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 3 meter tersebut ambruk pada Minggu (18/1/2026) akibat struktur yang tidak mampu menahan debit air tinggi.

Akibat ambruknya jembatan tersebut, akses jalan yang menghubungkan Kampung Palatar, Desa Karangsari dengan Kampung Cipare, Desa Kertamukti terputus sementara. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Aktas memastikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil berupa rusaknya jembatan berdampak pada terhambatnya mobilitas masyarakat.

“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, namun jalur penghubung antar desa belum bisa digunakan,” katanya.

0 Komentar