Deolipa mengungkapkan bahwa Bharada E hanya melakukan upaya bela paksa setelah adanya penyerangan yang akhirnya menewaskan Brigadir J.
Akan tetapi Deolipa menjelaskan bahwa kliennya merasa ada skenario lain yang disampaikan kepada masyarakat.
“Kronologi kejadian itu yang disampaikan ke publik itu kronologi kejadian yang direkayasa. Artinya, secara kasar atau secara jelaspun itu dibikinkan skenario untuk diperbuat seolah-olah ada kejadian bela paksa,” kata Deolipa pada Senin 8 Agustus 2022.
Baca Juga:PBNU Beri Tanggapan Serius Soal Ramainya Penerima BeasiswaBharada E Akui Semua Kebohongannya Terkait Penembakan Brigadir J, Pengacara
“Yang mana Bharada E dilakukan bela paksa terhadap upaya penyerangan oleh korban si Yosua,” tuturnya menambahkan.(disway)
