Seorang Pria di Gresik Nikahi Kambing

Seorang Pria di Gresik Nikahi Kambing
0 Komentar

GRESIK – Jagat maya beberapa hari ini tengah heboh adanya viral video seorang pria nikahi seekor kambing di Desa Jogodalu, Bejeng, Gresik, Jawa Timur.

Banyak kalangan heboh setelah mengetahui sesuatu tidak lumrah di tengah masyarakat, apalagi sampai acara pernikahnya digelar secara meriah.

Bahkan perangkat desa hingga anggota DPRD Gresik menghadiri acara pernikahan tersebut.

Baca Juga:Ridwan Kamil Menduga Penyebab Eril Tenggelam Karena Ada Hal Tak BeresDurian Low

Pria yang dalam video itu bernama Saiful Arif, warga Desa Klampok, Kecamatan Bejeng.

Dirinya menamakan diri sebagai Satrio Paningit dan menikahi seekor kambing bermula dari ‘wangsit’ atau petunjuk gaib.

Seekor kambing betina yang dinikahi Arif diberi nama Sri Rahayu binti Bejo.

Terlihat dalam video itu, Arif mengenakan blankon warna hijau dan jas hitam.

Di lehernya berkalung rangkaian bunga.

Sedangkan seekor kambing di sisinya terlihat diselimuti kain warna merah dan tali tuntun leher kambing terus dipegangi seseorang.

Di depannya, penghulu yang mengenakan kuluk hitam membimbing pernikahan mereka.

Sebelumnya pasangan yang menikah ini diarak warga layaknya acara pernikahan adat.

Di mana, prosesi pernikahan itu lengkap dekorasi dan seserahan hingga prosesi adat.

Baca Juga:Elon Musk Peringatkan Twitter, Minta Data Akun BodongSerangan Udara Rusia Masuk ke Jantung Ibu Kota Ukraina

Arif menyebutkan pernikahan ini untuk menjaga dan mempersatukan Bumi Nusantara dan Bumi Pertiwi.

Arif mengaku dapat wangsit pada setahun lalu untuk menikahi Sri Rahayu.

Dengan menikahi seekor kambing, dia berharap tidak ada adu domba.

“Biar alam semesta ini terjaga,” katanya.

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik Nur Hudi Didin Arianto hadir di tengah acara pernikahan tidak wajar tersebut.

Dirinya berbusana berwarna kuning dan atribut adat kejawen.

Video tersebut viral dan menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat.

Setelah heboh, Arif memberikan konformasi bahwa video itu sengaja dibuat hanya konten semata alias tidak sebenarnya terjadi.

Tujuannya menghibur masyarakat semata dan tidak bermaksud menyinggung agama manapun.

“Kami mengklarifikasi bahwa itu hanya konten, tidak ada niatan dalam membawa atau menyinggung sisi agama manapun,” ujar Arif di Pesanggrahan Ki Ageng, Gresik.

Pemilik Pesanggrahan Ki Ageng, Nur Hudi Didin Arianto mengatakan, Arif merupakan seorang konten kreator.

0 Komentar