Benih Stroberi Barudua Mulai Menurun Kualitasnya, Distan Garut Dorong Pembaruan Teknologi Perbenihan

istimewa
Benih Stroberi Barudua Mulai Menurun Kualitasnya, Distan Garut Dorong Pembaruan Teknologi Perbenihan
0 Komentar

GARUT – Dinas Pertanian Kabupaten Garut menaruh perhatian terhadap menurunnya kualitas benih stroberi yang digunakan petani di Desa Barudua, Kecamatan Malangbong. Pemerintah daerah kini membuka peluang penerapan teknologi perbenihan dari luar negeri, termasuk melalui kerja sama dengan pihak dari Korea Selatan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan Desa Barudua merupakan sentra utama budidaya stroberi di Garut. Luas tanam komoditas tersebut disebut mencapai sekitar 140 hektare.

Menurutnya, masyarakat Barudua sudah cukup lama mengembangkan stroberi. Namun, benih yang digunakan petani terus diperbanyak dari tanaman yang sama tanpa pembaruan varietas maupun perbaikan sumber benih.

Baca Juga:Limbah Kulit Terbakar di Copong Picu Asap Pekat, Warga Mengeluh dan APKI Siap Lakukan PembersihanPNM Dorong Perempuan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas Lewat PKU Akbar 2026 di Sumedang

“Hanya memang informasinya, itu ada sedikit penurunan terkait dengan kualitas benih yang mereka gunakan,” ujar Ardhy.

Ia menyebut, sebelumnya tanaman stroberi dalam satu kali masa tanam dapat bertahan hingga tiga sampai lima tahun. Kondisi saat ini berbeda karena produktivitas tanaman disebut mulai menurun lebih cepat.

“Nah sekarang itu mereka hanya bisa bertahan paling kuat itu ya 1-2 tahun,” katanya.

Ardhy menjelaskan, salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah belum berkembangnya sistem kultur maupun teknologi perbenihan yang dapat memperbaiki kualitas tanaman.

“Ketika mereka awal mulai mengembangkan strawberry itu terus mereka gunakan sampai sekarang, dan itu belum ada perbaikan,” jelasnya.

Menurut Ardhy, perbanyakan tanaman stroberi relatif mudah dilakukan. Petani dapat mengambil bagian tanaman yang sudah ada untuk kemudian dijadikan bibit baru.

“Karena kalau strawberry kan lebih relatif mudah untuk benihnya itu, jadi mereka tinggal mengambil stack yang ada, dibenihkan lagi, itu bisa jadi,” ujarnya.

Baca Juga:Jabar Terbaik Kawal Program 3 Juta Rumah, Dapat Tambahan 300 Unit Bantuan Bedah RumahSuzuki Burgman Street 125EX Terbaru Ini Jadi Pilihan Praktis yang Bikin Aktivitas Harian Lebih Mudah

Namun, penggunaan sumber bibit yang sama secara berulang dalam jangka panjang dinilai berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas tanaman.

“Ya pasti ada penurunan kualitas generatif, jadi ya secara otomatis pasti menurunkan kualitas atau produktivitas dari tanamannya itu sendiri,” katanya.

Buka Peluang Teknologi dari Korea dan Jepang

Kondisi tersebut, lanjut Ardhy, menjadi salah satu alasan Dinas Pertanian membuka peluang masuknya teknologi baru dalam pengembangan stroberi.

0 Komentar