Kasus Keracunan MBG di Kadungora Jadi Evaluasi, Bupati Garut Minta Pembinaan SPPG Diperkuat

Radar Garut
Kasus Keracunan MBG di Kadungora Jadi Evaluasi, Bupati Garut Minta Pembinaan SPPG Diperkuat
0 Komentar

GARUT – Kasus dugaan keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Garut. Kali ini, puluhan warga di Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah.

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah melakukan penanganan terhadap para korban.

“Ini juga salah satu yang kita bahas, kita diskusi tadi, dan ini sudah kita tangani, tapi masih ada yang di rumah sakit, tadi juga dari Dinkes dan kemarin juga saya sudah dapat laporannya,” ujarnya saat diwawancarai.

Baca Juga:Bupati Garut Lepas Persigar ke Putaran Nasional Liga 4, Target Tembus Divisi 3PNM Tanamkan Mental Adaptif dan Jiwa Usaha kepada Ribuan Siswa SMK di Indonesia

Menurut Syakur, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam pelaksanaan program MBG di wilayah lain.

“Ini terus kita diskusi, ini lagi di tangan ya, semoga tidak ada korban yang menderita lebih parah lah, semoga mereka segera kembali, tapi ini jadi catatan saya juga titip sama Ibu Korwil, supaya itu pembinaan dan kerjasama dengan teman-teman di sini,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan indikasi awal terdapat salah satu komponen makanan yang diduga tidak layak untuk dikonsumsi. Saat ini proses pengecekan masih terus dilakukan oleh pihak terkait guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.

“Karena tadi diindikasikan, diduga ada satu komoditi makanan yang sebenarnya tidak boleh, tapi saya tidak tahu ya, cek seperti apa, diindikasikan,” ungkapnya.

Bupati Garut berharap adanya peningkatan pengawasan dan edukasi berkala kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, tugas penyelenggara MBG cukup berat karena harus memastikan makanan yang dibagikan aman, sehat, dan layak konsumsi bagi para penerima manfaat.

“Nanti lebih ada edukasi ke teman-teman di SPPG ya, kita sama-sama bantu lah, karena menurut saya berat ya tugas Ibu itu, itu aja jadi semoga mereka teratasi semua,” pungkasnya. (*)

0 Komentar