“Selain pelatihan usaha, tersedia juga booth konsultasi yang melibatkan GEKRAF serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan keuangan usaha melalui edukasi literasi keuangan yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya. Materi ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola arus keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, kegiatan ini juga memperhatikan aspek kesehatan pelaku usaha dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan yang menyeluruh.
Baca Juga:PNM Peduli Hadir di Garut Selatan, Lansia Dhuafa Terima Bantuan dan Layanan KesehatanPNM Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Rumah Roboh di Karangpawitan
PKU Akbar juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk, di mana para pelaku usaha diberi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.
“Lebih dari sekadar pelatihan, PKU Akbar 2026 juga menjadi ajang promosi produk bagi para nasabah. Mereka diberikan kesempatan untuk memamerkan hasil usahanya kepada berbagai pihak yang hadir, termasuk unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait,” katanya.
Diharapkan melalui sinergi lintas sektor tersebut, akses pasar bagi produk UMKM Garut Selatan dapat semakin terbuka luas. Keberadaan Account Officer (AO) PNM di lapangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha para nasabah.
“Selama ini, mereka secara rutin mendampingi nasabah melalui pertemuan kelompok, diskusi usaha, hingga memberikan motivasi agar para pelaku usaha tetap konsisten mengembangkan bisnisnya,” ungkapnya.
PNM menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan usaha masyarakat.
“PNM hadir sebagai lembaga pembiayaan resmi yang berkomitmen memberikan pelatihan berkelanjutan agar nasabah mampu mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para pelaku usaha ultra mikro di wilayah Garut Selatan mampu tumbuh lebih kuat, meningkatkan skala usahanya, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
Baca Juga:Patroli Malam Tim Sancang Polres Garut Amankan Pemuda Bawa Sajam di Jalur SelatanArus Balik Lebaran Mulai Padat, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sejumlah Titik
“Dengan pendekatan yang berkesinambungan, PNM optimistis para pelaku usaha ultra mikro di Garut Selatan dapat terus berkembang, naik kelas, dan berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)
