GARUT – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, aparat Polsek Cibatu Polres Garut melakukan operasi penertiban minuman keras (miras) pada malam takbiran, Sabtu (21/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 186 botol miras dari sebuah warung di wilayah Kecamatan Cibatu.
Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif menjelaskan, operasi ini digelar sebagai langkah preventif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama saat malam takbiran yang kerap diwarnai peningkatan aktivitas warga.
“Kami lakukan penertiban ini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang sering dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol,” kata Amirudin.
Baca Juga:Polsek Wanaraja Garut Amankan 5 Remaja Saat Patroli Malam, Intisari dan Motor DiamankanSesosok Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Cisaat Bungbulang, Polisi Duga Kecelakaan
Dari hasil razia, polisi menemukan berbagai jenis minuman keras, di antaranya anggur merah, Kawa-kawa, Intisari, anggur hijau, anggur orang tua, Atlas, Ciu, Iceland, hingga Blackcurrant, dengan total keseluruhan mencapai 186 botol.
Seluruh barang bukti tersebut diamankan dari sebuah warung milik warga berinisial AS (43) di wilayah hukum Polsek Cibatu.
Menurut Amirudin, peredaran miras dapat menjadi pemicu berbagai tindakan negatif seperti perkelahian, kecelakaan lalu lintas, hingga tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
“Oleh karena itu, kami mengambil langkah tegas dengan melakukan penyitaan guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap keamanan lingkungan,” ujarnya.
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Cibatu untuk proses lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Selain penindakan, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan cara yang positif, seperti kegiatan keagamaan dan kebersamaan yang tidak mengganggu ketertiban umum.
“Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak mengonsumsi miras, sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman, damai, dan penuh makna,” pungkasnya. (*)
