Ada Penyandang Disabilitas di Garut Tak Tersentuh Bantuan Sosial

istimewa
Ada Penyandang Disabilitas di garut Tak Tersentuh Bantuan Sosial
0 Komentar

GARUT – Nandang, penyandang disabilitas mental yang tinggal di Kampung Sawahbera RT 01 RW 05, Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, menjalani hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ia hidup dalam kemiskinan ekstrem tanpa tersentuh bantuan sosial pemerintah.

Selama ini, Nandang tidak menerima bantuan karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid. Ia belum pernah menjalani perekaman e-KTP, sehingga namanya tidak tercatat dalam basis data penerima bantuan sosial.

Kondisi tersebut terungkap saat Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, melakukan kunjungan langsung ke rumah Nandang pada Selasa (20/1/2026) bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Sekretaris Kecamatan Banyuresmi Ahmad Budiman, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Garut Supriadi, Kepala Desa Cimareme Deden Bahrul Alam, serta pendamping sosial desa.

Baca Juga:UMKM Berpeluang Masuk Program Makan Bergizi GratisFAGAR Soroti Nasib Guru Honorer, Saat Pegawai SPPG Berpeluang Jadi ASN

“Kami melihat langsung kondisi Pak Nandang. Ia tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang sudah lama meninggal. Kondisi rumahnya rusak berat, berlantai tanah, dan beliau tidur hanya beralaskan karpet plastik,” ujar Yudha.

Dalam kunjungan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Garut dan Yudha memberikan bantuan sembako yang diterima oleh kakak Nandang, Mimih. Mirisnya, Mimih sendiri juga tinggal di rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni.

Tak lama setelah kunjungan tersebut, Tim Pelayanan Administrasi Jemput Bola (Pajero) dari Disdukcapil Garut langsung mendatangi kediaman Nandang untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Alhamdulillah, sekarang Pak Nandang sudah memiliki NIK yang valid. Dengan begitu, ia bisa diusulkan masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan berpeluang mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah,” jelas Yudha.

Yudha juga berharap Kementerian Sosial RI dapat turun langsung melakukan asesmen agar Nandang dan kakaknya bisa mendapatkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu.

Selain itu, ia mendorong pemerintah desa dan kecamatan untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR perusahaan dan Baznas guna membantu kebutuhan dasar keluarga tersebut.

“Semoga semakin banyak pihak yang tergerak membantu Pak Nandang dan Ibu Mimih agar mereka bisa hidup lebih layak,” pungkasnya. (Feri Citra Burama)

0 Komentar