“Ke depan akan ada kolaborasi dengan perusahaan swasta seperti Microsoft untuk mendukung pesantren dan santri,” jelasnya.
Wapres juga berpesan agar teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
“AI, ChatGPT, dan robotik harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, jangan disalahgunakan,” tegasnya.
Baca Juga:Kunjungan Wakil Presiden di Pesantren Cipasung Tasikmalaya Berjalan AmanSekda Garut sebut APBD Harusnya Bisa Diakses Publik
Selain membahas teknologi, Gibran turut menyinggung persoalan lingkungan. Ia berharap pengelolaan sampah di daerah dapat dikembangkan menjadi energi terbarukan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi pelatihan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pesantren.
“Jawa Barat memiliki banyak pesantren, ini bisa jadi model pengembangan teknologi di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Ia memastikan Pemprov Jabar siap mendukung program pusat, khususnya pengembangan AI dan robotik bagi santri.
Pimpinan Ponpes Cipasung, KH Ubaidillah Ruhiat, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres menjadi momentum penting bagi pesantren dalam menghadapi era digital.
Sekretaris Yayasan Ponpes Cipasung, KH Abdul Chobir MT, berharap kehadiran Wapres dapat memotivasi santri dan pendidik agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami agar terus beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Baca Juga:Pemkab Garut Apresiasi PMI Garut yang Turut Tangani Bencana NasionalPedagang Pasar Tradisional di Garut Tergerus Online, Disperindag Siapkan Langkah Antisipasi
Senada, Wakil Rektor Universitas Islam KH Ruhiat (UNIK) Cipasung, Asep M Tamam, menilai pelatihan AI berdampak besar terhadap peningkatan literasi teknologi di kalangan santri.
“Wapres Gibran sejak awal memang menekankan pentingnya penguasaan teknologi. Kami berharap Cipasung bisa menjadi percontohan bagi pesantren lain,” pungkasnya. (rt)
