Kepala Dinkes Klaim Garut Masih Aman dari Super Flu, tapi

Radar Garut
Kepala Dinkes Klaim Garut Masih Aman dari Super Flu
0 Komentar

GARUT – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi keberadaan virus influenza tipe A atau yang kerap disebut “super flu” telah terdeteksi di Indonesia dan mulai menyebar di sejumlah wilayah.

Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, Leli Yuliani memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus yang mengarah pada infeksi virus tersebut di wilayah Garut.

Baca Juga:APBD Garut 2026 Turun Drastis, Jadi Rp4,6 TriliunSatgas Premanisme Garut Gelar Sosialisasi Serentak di Enam Kecamatan

“Berdasarkan laporan dari petugas kesehatan di lapangan, belum ditemukan gejala flu yang tidak biasa di masyarakat Garut,” ujar Leli Yuliani.

Ia menjelaskan, gejala yang muncul pada virus influenza tipe A hampir sama dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga nyeri otot. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak panik atau khawatir berlebihan.

“Tidak ada sesuatu yang membuat kita terlalu khawatir terkait perkembangan virus ini di Kabupaten Garut, karena tingkat kesakitannya juga tidak mengalami peningkatan signifikan,” jelasnya.

Leli mengungkapkan, di beberapa negara virus tersebut memang dilaporkan memiliki tingkat penyebaran yang cukup cepat. Namun, di Kabupaten Garut hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi virus tersebut.

“Kalau di negara lain katanya penyebarannya cepat. Tapi yang jelas di Garut belum ada laporan kasus, karena memang belum dilakukan pemeriksaan khusus,” tegasnya.

Menurut Leli, masa inkubasi virus influenza tipe A relatif sama dengan jenis influenza lainnya, yakni sekitar tujuh hari hingga dua minggu.

Ia menambahkan, berdasarkan literatur medis, virus tersebut tidak menimbulkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan jenis flu lain.

Baca Juga:Garut Sel Dinilai Sangat Layak jadi Daerah Otonomi BaruSisa Bantuan Tidak Terduga Rp3 Miliar Jadi SILPA

“Berdasarkan literatur, dampaknya tidak lebih berat dari flu biasa. Dan di Garut sendiri tidak ada laporan flu yang memberat,” pungkasnya. (Muhammad Rizki)

0 Komentar