Adapun program program besar Iwappa ke depan, Didi menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap parkiran, kebersihan, pengelolaan sampah dan juga tata letak pedagang kaki lima.
Didi mengatakan bahwa masalah sampah ini ke depan diharapkan tidak ada lagi yang berserakan dimana-mana.
” Tentunya kita dari Iwapa akan menata kembali sampah itu ke depan kami rencana pingin mempunyai mesin pengolah sampah biar sampah tersebut tidak berantakan. Kalau sudah ada mesin pengolah sampah tentunya enak tidak ada lagi sampah berserakan dan pedagang maupun pengunjung ke pasar Samarang ini tidak lagi melihat sampah sampah berserakan,” ujarnya.
Baca Juga:Yudha Puja Turnawan Tak Kenal Lelah Menguatkan Warga yang Terkena Musibah, Kali ini di Desa CigintungPemkab Garut Akan Tetap Buka PTM, Kendati Ada Siswa yang Terpapar Covid-19
” Itu buat program ke depan dan kami juga akan koordinasi dengan Dinas terkait tentunya. Kalau dari kita darimana anggarannya,” ujarnya.
Kemudian untuk pedagang kaki lima, ke depan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar kios yang sudah disediakan. Seluruh pedagang mesti kembali ke tempatnya agar tidak terkesan kumuh.
Penataan pedagang kaki lima ini menurutnya sangat penting. Karena selama ini banyak kios yang kosong, karena disinyalir pedagang justru menempati tempat yang tidak semestinya seperti di halaman pasar.
Hal inilah yang membuat pasar Samarang menjadi tampak kumuh, jauh dari namanya yaitu pasar Wisata Samarang.
Karena itu, penataan pedagang kaki lima ini juga menjadi program besar dari Iwappa yang baru ini.
Adapun dalam penataan parkir, menurutnya lahan parkir yang selama ini belum tertata rapi dan terkesan berantakan, akan kembali ditata.
“Makanya kami hadir sebagai organisasi warga pasar ini akan menata kembali tempat parkir. Kan selama ini parkir di tempatkan di mana saja ada yang di pinggir jalan raya, di mana itu sering kali terjadi kemacetan,” ujarnya.
Baca Juga:Gedung BNM KUA Cibatu Dipergunakan Meski Belum Tuntas, Gedung Lama Habis KontrakAnggota DPRD Garut Kunjungi Kediaman Mak Erot di Samarang, Lansia Terlantar di Rumah Reyot
“Sedangkan itu kan jalan raya, di mana lalulintas kendaran sangat banyak makanya kami menyedikan lahan parkir di halaman pasar agar pengunjung atau masyarakat tidak bingung lagi untuk parkir kendaranya,” tambah Didi.
