Hasil Muskercab PCNU Garut, KH. Amin Muhyiddin Jabat Rois Syuriah, KH. Atjeng Abdul Wahid Ketua Tanfidiyah

Hasil Muskercab PCNU Garut, KH. Amin Muhyiddin Jabat Rois Syuriah, KH. Atjeng Abdul Wahid Ketua Tanfidiyah
Peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama ke-94 di Alun-alun Bayongbong, Sabtu (1/2)
0 Komentar

Harlah NU ke-94, PCNU Soroti Masalah Lingkungan Hidup

GARUT – Hasil Muskercab PCNU Kabupaten Garut tahun ini memutuskan terpilihnya KH. Amin Muhyiddin sebagai Rois Syuriah serta KH. Atjeng Abdul Wahid sebagai Ketua Tanfidiyah PCNU Kabupaten Garut masa khidmat tahun 2020 – 2025.

“Kegiatan ini menjadi agenda rutin lima tahun sekali, dan hasilnya menetapkan terpilihnya KH. Amin Muhyiddin sebagai Rois Syuriah serta KH. Atjeng Abdul Wahid sebagai Ketua Tanfidiyah PCNU Kabupaten Garut masa khidmat tahun 2020 – 2025,” kata Ketua SC sekaligus Harlah NU ke-94 di Kabupaten Garut, Hilman Umar Basori.

Selain pemilihan ketua, peringatan hari lahir organisasi islam Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini menjadi sarana organisasi islam itu untuk memberi beberapa rekomendasi untuk perbaikan bangsa dan negara. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut melihat pemerintah perlu melakukan perbaikan tata kelola lingkungan hidup. Pasalnya, kondisi yang terjadi saat ini cukup memprihatinkan.

Baca Juga:Perda Ponpes Harus Segera Disiapkan Ketika PMA Terbit

“Dalam kegiatan ini, kita selain memilih ketua, ada hasil konfercab ada rekomendasi terhadap pemerintah, instansi swasta diantaranya terkait masalah lingkungan hidup, seperti pengelola TPA, pembalakan liar harus ditertibkan, karena ada laporan dari MWC ada pembalakan liar dan dibiarkan,
Termasuk galian C, hal tersebut berpotensi menjadi sebab terjadinya longsor dan berkurangnya cadangan air,” kata Hilman didampingi Ketua Panitia Lokal, Kaka Hifaz Umar.

Lanjutnya, sedikitnya ada tiga rekomendasi dari Harlah PCNU Kabupaten Garut tahun ini, selain masalah lingkungan hidup juga terkait kepedulian pemerintah dalam bidang ekonomi dan kemiskinan. Selain itu, PCNU juga menyoroti terkait peningkatan kualitas serta penyelesaian masalah yang perlu dituntaskan dalam kaitan sosial, budaya hingga pendidikan pesantren.

“Maka dari, itu rekomendasi yang dibuat berdasarkan temuan di lapangan, hasil rekomendasi itu disampaikan ke Bupati, instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (erf)

0 Komentar