Limbah Kulit Terbakar di Copong Picu Asap Pekat, Warga Mengeluh dan APKI Siap Lakukan Pembersihan

istimewa
Limbah Kulit Terbakar di Copong Picu Asap Pekat, Warga Mengeluh dan APKI Siap Lakukan Pembersihan
0 Komentar

APKI Bantah Limbah Berasal dari Sukaregang

Di tengah keluhan warga, perwakilan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) Garut, H. Daud, menyampaikan bahwa limbah tersebut diduga bukan berasal dari pengusaha ataupun perajin kulit di kawasan Sukaregang.

“Saya sebagai ketua perkumpulan, APKI itu selalu kena getahnya dari pembuangan limbah ini. Sebenarnya limbah kulit ini bukan dari pengusaha atau pengrajin dari Sukaregang, tapi dari luar Garut,” kata Daud.

Menurut Daud, berdasarkan informasi yang diperolehnya, limbah tersebut diduga masuk ke Garut melalui kendaraan pengangkut sayuran yang sebelumnya melakukan perjalanan ke wilayah Cikarang.

Baca Juga:PNM Dorong Perempuan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas Lewat PKU Akbar 2026 di SumedangJabar Terbaik Kawal Program 3 Juta Rumah, Dapat Tambahan 300 Unit Bantuan Bedah Rumah

“Jadi begini, proses sampainya limbah kulit dari luar kota itu dibawa oleh sopir pengangkut sayuran dari Garut ke daerah Cikarang. Nanti selesai mengantar sayuran, mobil itu kan kosong. Nah, mereka itu datang ke pabrik kulit, lalu pabrik itu menyuruh mengangkut dan dibayar untuk pembuangan,” jelasnya.

Daud menduga pengemudi kemudian kesulitan mencari lokasi pembuangan sehingga limbah tersebut akhirnya dibawa kembali dan dibuang di Garut maupun sejumlah lokasi lainnya.

Namun, penjelasan mengenai asal limbah tersebut masih berdasarkan keterangan dari pihak APKI dan belum disertai konfirmasi dari pihak pengangkut maupun perusahaan yang disebut sebagai sumber limbah.

Daud mengatakan APKI akan ikut membantu proses pembersihan setelah tumpukan limbah dipastikan sudah benar-benar dingin dan tidak lagi menyisakan api.

“Limbah ini setelah pendinginan dan tidak ada api akan kami angkut, dibersihkan, dan dibuang. Pembuangan ini juga tidak sembarangan, tentunya ada pihak ketiga sebagai pengelola,” tutupnya.

Warga berharap penanganan persoalan tersebut tidak berhenti pada proses pemadaman. Mereka meminta tumpukan limbah segera dibersihkan dan asal-usulnya ditelusuri agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kawasan permukiman dan jalur lalu lintas padat. (rza)

0 Komentar