Angka Stunting di Garut Tahun 2025 Turun Jadi 11,8 Persen

istimewa
Angka Stunting di Garut Tahun 2025 Turun Jadi 11,8 Persen
0 Komentar

GARUT – Angka stunting di Kabupaten Garut menunjukkan tren penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data riil hasil penimbangan balita di posyandu yang dilakukan setiap bulan, prevalensi stunting turun dari 14,2 persen pada 2024 menjadi 11,8 persen pada 2025.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, Leli Yuliani menjelaskan bahwa data tahun 2025 tersebut merupakan hasil pendataan langsung di lapangan, bukan berasal dari survei nasional.

Menurutnya, pada tahun 2025 Kementerian Kesehatan tidak melaksanakan survei stunting nasional, dan survei baru akan kembali dilakukan pada 2026 mendatang.

Baca Juga:Kunjungan Wakil Presiden di Pesantren Cipasung Tasikmalaya Berjalan AmanSekda Garut sebut APBD Harusnya Bisa Diakses Publik

“Penurunan ini berdasarkan data riil di lapangan, hasil penimbangan balita di posyandu setiap bulan,” ujar Leli saat ditemui, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, pada 2024 lalu, angka stunting Kabupaten Garut berdasarkan survei nasional tercatat sebesar 14,2 persen. Sementara berdasarkan hasil penimbangan yang dilakukan Dinas Kesehatan di tahun yang sama, angkanya sedikit lebih rendah yakni 13,8 persen.

Perbedaan tersebut, kata Leli, disebabkan oleh metode pengambilan data yang berbeda antara survei nasional dan pendataan langsung di lapangan.

“Ini bukan soal akurasi, tapi memang metode pengambilan datanya berbeda. Kalau berdasarkan survei nasional di 2024 itu 14,2 persen, sementara data riil hasil penimbangan kami 13,8 persen,” jelasnya.

Leli juga menyebutkan, capaian Kabupaten Garut tergolong lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi Jawa Barat dan nasional. Pada 2024, angka stunting Jawa Barat berada di 15,6 persen, sementara Garut lebih rendah di angka 14,2 persen.

“Alhamdulillah, Garut berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Untuk data 2025 Jawa Barat, saya belum mengikuti rapat resmi dengan provinsi,” katanya.

Penurunan angka stunting ini, lanjut Leli, merupakan hasil dari penerapan 11 komponen intervensi spesifik yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Baca Juga:Pemkab Garut Apresiasi PMI Garut yang Turut Tangani Bencana NasionalPedagang Pasar Tradisional di Garut Tergerus Online, Disperindag Siapkan Langkah Antisipasi

“Alhamdulillah, di tahun 2025 semua komponen intervensi tercapai sesuai target. Kalau di 2024 masih ada yang belum maksimal, seperti pemberian PMT bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi,” ungkapnya.

Dari sisi pendanaan, program penurunan stunting di Garut didukung oleh berbagai sumber anggaran, mulai dari APBD Kabupaten Garut, APBN, hingga anggaran Kementerian Kesehatan.

“Pada dasarnya hampir seluruh anggaran kesehatan berkaitan dengan penurunan stunting. Misalnya penanganan TBC juga berkontribusi, karena penyakit tersebut bisa berdampak pada status gizi,” tambahnya.

0 Komentar