GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) terus melakukan upaya revitalisasi pasar tradisional guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Pada akhir tahun 2025 lalu, Disperindag ESDM telah menyelesaikan perbaikan infrastruktur di Pasar Tradisional Ciawitali. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 dengan menyasar sejumlah pasar lainnya di Kabupaten Garut.
Kepala Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya akan melakukan perbaikan lanjutan di Pasar Guntur serta beberapa pasar lain yang membutuhkan peningkatan fasilitas.
Baca Juga:FAGAR Soroti Nasib Guru Honorer, Saat Pegawai SPPG Berpeluang Jadi ASNMantan Bupati Cirebon Gugat Dugaan Utang Rp35 Miliar, Seret Nama Bupati Aktif
“Untuk tahun 2026 ada perbaikan lanjutan di Pasar Guntur. Selain itu, kami juga akan memperbaiki beberapa infrastruktur di pasar lain, seperti tangga di Pasar Wanaraja, Pasar Malangbong, serta tempat pembuangan sementara (TPS) di Pasar Kadungora,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, meski sebagian perbaikan berskala kecil, pengerjaan tetap dilakukan secara bertahap agar kondisi pasar semakin layak dan aman digunakan.
“Walaupun tidak besar, perbaikan ini tetap kita lakukan secara bertahap demi kenyamanan pedagang dan masyarakat,” tambahnya.
Terkait anggaran, Ridwan menjelaskan bahwa besaran dana yang dialokasikan bervariasi, tergantung pada skala pekerjaan di masing-masing pasar.
“Anggarannya bervariasi. Ada yang di bawah Rp200 juta, sementara untuk perbaikan infrastruktur di Pasar Guntur sekitar Rp1 miliar lebih,” jelasnya.
Sebelumnya, Ridwan juga menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar Guntur Ciawitali tahap pertama telah rampung pada akhir Desember 2025. Namun, masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perbaikan lanjutan.
“Secara progres, pekerjaan tahap pertama sudah selesai. Insyaallah tahun 2026 akan ada lanjutan karena masih ada beberapa lokasi yang membutuhkan pembenahan infrastruktur,” ungkapnya. (Muhamad Rizka)
