Tanaman Padi Hancur Diserang Hama Tikus, Petani Terancam Gagal Panen

Radar Garut
Tanaman Padi Hancur Diserang Hama Tikus, Petani Terancam Gagal Panen
0 Komentar

GARUT – Para petani dan penggarap sawah di Blok Sarcieuy dan Cileat, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, dilanda kekhawatiran gagal panen. Pasalnya, tanaman padi yang mulai memasuki masa berbuah (celetu) rusak parah akibat serangan hama tikus.

Berbagai upaya pengendalian hama tikus yang dilakukan petani belum membuahkan hasil maksimal. Serangan hama tersebut justru terus meluas ke area sawah lainnya.

“Para petani dan penggarap sawah di Cileat dan Sarcieuy sangat khawatir gagal panen karena tanaman padi hancur diganyang hama tikus,” ujar Marwati, salah seorang pemilik sawah, Minggu (18/1).

Baca Juga:Bupati Garut Janji akan Publikasikan APBD ke MasyarakatAPBD Garut 2026 Turun Drastis, Jadi Rp4,6 Triliun

Ia menuturkan, tanaman padi yang sebelumnya masih utuh kini mulai ikut terserang. Kondisi ini membuat para petani semakin cemas karena ancaman gagal panen dapat berdampak pada ketahanan pangan keluarga mereka.

Meski demikian, secercah harapan masih ada. Beberapa tanaman padi yang sebelumnya rusak mulai tumbuh kembali setelah diberi pupuk. Namun, petani khawatir pertumbuhan ulang tersebut akan memengaruhi kualitas bulir padi saat panen nanti.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Jamur. Ia mengatakan banyak petani yang mulai pasrah dengan kondisi tersebut. Kendati begitu, mereka tetap rutin mengunjungi sawah setiap hari untuk memantau perkembangan tanaman.

“Setiap hari tetap kami cek, meski hasilnya belum jelas,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada gerakan massal pengendalian hama tikus di wilayah tersebut. Salah satu kendalanya, petani khawatir upaya pemberantasan justru merusak tanaman padi yang masih sehat. (Pepen Apendi)

0 Komentar