GARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi murid SDN 1 Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, sempat terhenti selama beberapa bulan. Terhentinya program tersebut disebabkan adanya pergantian dapur penyedia MBG dari wilayah Awat ke Cimunding.
Kepala SDN 1 Cibiuk Kidul, Entin bersama para guru membenarkan bahwa saat ini program MBG kembali dijajaki untuk dilanjutkan. Tim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelumnya telah datang ke sekolah untuk berpamitan. Sementara itu, tim SPPG yang baru juga sudah mulai melakukan kunjungan ke sekolah guna pendataan ulang.
Pihak sekolah sebagai penerima manfaat program MBG mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab terhentinya program tersebut. Namun, rencana dilanjutkannya kembali MBG disambut antusias oleh para siswa yang sudah lama menantikan program tersebut berjalan kembali.
Baca Juga:Bupati Garut Janji akan Publikasikan APBD ke MasyarakatAPBD Garut 2026 Turun Drastis, Jadi Rp4,6 Triliun
“Anak-anak sangat menunggu MBG ini, karena sangat membantu,” ujar salah seorang guru.
Sementara itu, di sekolah lain di wilayah Kecamatan Cibiuk, program MBG sudah kembali berjalan normal. Salah satunya di SDN 1 Cipareuan yang hingga kini masih rutin menerima MBG.
Di sisi lain, dari kalangan orang tua murid muncul sejumlah pertanyaan terkait anggaran MBG selama program tersebut terhenti. Mereka mempertanyakan ke mana alokasi dana makan siswa saat MBG tidak berjalan di sekolah.
Sebagai informasi, di beberapa sekolah lain program MBG tetap berjalan secara konsisten. Bahkan, ketika sekolah libur, menu makan diganti dengan makanan kering agar manfaat program tetap dirasakan siswa. (Pepen Apendi)
