Ghazi, Pemuda Asal Garut Ingin Menjadi Duta Penggerak Bagi Perdamaian Dunia

Ghazi, Pemuda Asal Garut Ingin Menjadi Duta Penggerak Bagi Perdamaian Dunia
0 Komentar

Penulis : Mia Helmiyani : | Editor : Feri Citra Burama

RadarPriangan.com, GARUT – Ghazi Abdullah Muttaqien (18), pemuda asal Kampung Ancol, Desa Kersamenak, Kabupaten Garut ini, dibesarkan di keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.

Di usia yang masih terbilang muda, Ghazi memiliki impian yang sangat tinggi, yakni menjadi Duta Penggerak bagi Perdamaian Dunia.

Hal itu membuatnya sering mengikuti dan diundang di berbagai konferensi baik Nasional maupun Internasional.

Baca Juga:Ketua DPC PDI-P Garut Tolak Rencana Pembelian Mobil Untuk Pimpinan DPRDKemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi Diperluas

Ayahnya, KH. Husein Zaenal Muttaqien merupakan salah satu ulama Persis, Kaprodi Ilmu Hadist di STAI Persis Garut, dan sekaligus Dosen tamu Ilmu Hadist di Universitas Muhammadiyah di Singapura. Sedangkan ibunya, Hj. Nenden merupakan seorang penjual sembako lulusan kelas 1 SMA.

Dari kedua orang tuanya itulah, Ghazi banyak belajar tentang Al-Qur’an, As Sunnah, dan cara berbisnis atau berjualan dalam Islam. Dari ayahnya, Ghazi dididik untuk memiliki ilmu yang tinggi dan harus bisa berbaur dengan masyarakat. Dan dari ibunya, Ghazi dididik untuk menjadi pribadi yang pekerja keras, cerdas, dan ikhlas.

“Ayah saya mendidik saya supaya menjadi seorang ulama dan intelektual muslim. Dan ibu saya mendidik saya untuk menjadi seorang pedagang. Maka, saya menggabungkan kedua aspek tersebut,” ujar Ghazi.

Ghazi merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Sebagai anak pertama, ia merasa memiliki tanggung jawab yang besar bagi keluarganya. Dan di samping ia sering membantu pekerjaan rumah, ia tidak pernah meninggalkan target belajar untuk mengasah potensinya.

Ghazi merupakan lulusan dari Pesantren Persatuan Islam (PPI) Bentar Garut. Saat ini sedang menempuh jenjang kuliah di At Taqwa Collage Depok semester 1. Saat di usia 14 tahun, Ghazi sudah menyelesaikan 30 Juz hafalan Qur’annya. Selain itu, ia pu menguasai beberapa kitab dan sanad.

Ghazi memiliki hobi membaca, menulis, berdagang, dan berolahraga seperti menembak, berkuda, memanah, dan berenang. Dalam kesehariannya, Ghazi selalu menyempatkan untuk membaca buku sebanyak 100 halaman. Membantu pekerjaan rumah seperti memasak dan kuliah online.

Ghazi mengakui bahwa dirinya sangat menyukai konferensi baik dalam skala Nasional maupun Internasional. Negara yang pernah ia kunjungi antara lain Malaysia, Thailand, Turki, Mesir, Afrika Barat, London, dan Pakistan.

0 Komentar