“Tadi kita monitor prosesnya sangat komprehensif dan kami bangga di Cikajang Garut ini menghasilkan kopi kopi yang kelas dunia ya kira kira seperti itu, kemudian juga program post covid ekonomi yaitu membawa kembali anak-anak muda pintar, lulusan perguruan tinggi untuk kembali ke desa membangun usaha menjadi pimpinan perusahan (atau) CEO, menjadi petani millenial itu adalah konsep yang akan terus dikembangkan di Jawa Barat dan mungkin suatu hari akan menjadi unggulan ke seluruh Indonesia,” kata Mantan Walikota Bandung ini.
Emil memaparkan bahwa di masa depan konsep tinggal di desa, rezeki di kota, bisnis mendunia merupakan hal yang sangat menjanjikan dan ini didukung oleh kolaborasi pentahelix dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, maupun media.
Sekda Garut, Nurdin Yana, menyampaikan, acara ini merupakan terusan dari program One Village One Product atau satu desa satu produk.
Baca Juga:Berperan Kendalikan Pandemi dan Peningkatan Ekonomi, Airlangga Apresiasi PolriKerjasama dengan Indonesia Masih Terjalin Baik, Menko Airlangga Beri Apresiasi Komitmen Negara-negara Eropa
Nurdin berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terungkit.
“Ya Alhamdulillah sebetulnya hari ini peninjauan bahan dari Pak Gubernur yah terkait (program) OVOP (One Village One Product) gitu ya, tapi Alhamdulillah hari ini kita lihat realisasi dari (OVOP) Cikajang ini sudah keluar (ekspor) katakanlah 1 ton (kopi) kira-kira dikonvensi (menjadi) 4 miliar, untuk (ekspor) produk ke luar,” ujar dalam sesi wawancara seusai acara.
Ia juga berharap ke depannya akan muncul desa-desa lain di Kabupaten Garut yang mampu menghasilkan produk dengan kualitas ekspor ke luar negeri, sehingga masyarakat desa bisa berdaya.
Di tempat yang sama, Rektor IPB, Arif Satria, sebagai salah satu pihak yang menginisiasi acara ini, menerangkan bahwa desa adalah harapan dan masa depan bangsa.
Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan optimistisme kepada masyarakat desa, dengan sentuhan-sentuhan teknologi dan penguatan karakter masyarakat desa agar lebih optimis bahwa desa itu harapan dan masa depan bangsa.
“Sentuhan teknologi itu apa? ya itu teknologi-teknologi terkini yang 4.0, kami menyediakan teknologi green house yang semi smart kepada para petani, agar petani juga bisa memanfaatkan dengan baik, karena sekarang itu tidak bisa tidak, pemanfaatan teknologi digital harus sudah dikembangkan,” terangnya.
