Peneliti Asal California Temukan Adanya Alat Deteksi Mutasi Genetik Varian Covid-19!

Peneliti Asal California Temukan Adanya Alat Deteksi Mutasi Genetik Varian Covid-19!
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay)--
0 Komentar

JAKARTA, Peneliti University of California, Irvine telah mengembangkan tes Covid-19 yang bisa mendeteksi dan mengidentifikasi varian spesifik SARS-CoV-2 dengan akurasi 100 persen.

Dalam sebuah penelitian, reporter analitik asam nukleat virus yang dikodekan RNA dengan benar menentukan mutasi genetik alfa, gamma, delta, epsilon, dan omicron dalam sampel klinis nasofaring.

Kemampuan tersebut dapat memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk membuat keputusan perawatan yang dipersonalisasi untuk perawatan pasien yang lebih baik

Baca Juga:Fuso Ajak Pengunjung Jajal e-Canter di GIIAS 2022, Truk Listrik Pertama dari Mitsubishi.MG Extander Meluncur di GIIAS 2022.

Dikutip dari laman UCI.edu, baru-baru ini diterbitkan secara online di Journal of American Chemical Society, sebuah makalah tentang penelitian ini menjelaskan desain dan validasi sistem genotipe Revealr SARS-CoV-2.

“Pandemi COVID-19 telah menciptakan kebutuhan mendesak akan alat diagnostik individual yang dapat mengenali keberadaan virus serta jenis tertentu. Mengidentifikasi dan memilah pasien yang terinfeksi dengan varian yang meningkatkan penularan virus dan mengurangi perlindungan vaksin sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit,” kata penulis koresponden John Chaput, profesor ilmu farmasi UCI.

“Revealr melampaui metode deteksi COVID sederhana, seperti kit antigen yang umum digunakan, untuk mengidentifikasi strain SARS-CoV-2 yang menginfeksi pasien,” sambungnya.

Tim peneliti sudah menganalisis 34 sampel klinis yang dikumpulkan pada awal, pertengahan, dan akhir 2021 di UCI Medical Center dari pasien yang mengalami gejala Covid-19.

RNA diisolasi dari usapan nasofaring, dan varian SARS-CoV-2 yang benar diidentifikasi dalam setiap kasus.

“Meskipun Revealr dikembangkan sebagai alat tes deteksi COVID, langkah selanjutnya adalah memperluas ke infeksi saluran pernapasan lain yang memiliki gejala yang sama dengan COVID-19, seperti influenza,” kata Chaput.

“Kemampuan untuk membedakan mutasi titik tunggal dalam urutan genetik DNA atau RNA membuatnya cocok untuk genotipe apa pun, termasuk kanker. Di luar kesehatan manusia, Revealr dapat digunakan dalam aplikasi forensik atau pertanian yang saat ini mengandalkan pengurutan DNA,” tambahnya.

Baca Juga:Mengagetkan, Pengurus DPN Peradi Bilang Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bisa Ikut Dipidana!Hari ke-12, KPU RI Akan Kedatangan 6 Parpol Untuk Mendaftar!

Tim studi termasuk anggota lab Chaput Kefan Yang, seorang mahasiswa pascasarjana di bidang teknik kimia dan biomolekuler; Anggota lab Chaput Daniel Schuder, seorang mahasiswa pascasarjana dalam biologi molekuler dan biokimia; dan Arlene Ngor, yang mengelola lab Chaput.

0 Komentar