Pasca Gempa Garut PVMBG Keluarkan 3 Rekomendasi

Pasca Gempa Garut PVMBG Keluarkan 3 Rekomendasi
REKOMENDASI. Tiga rekomendasi diberikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk Garut paska bencana yang mengguncang Garut pada Rabu (1/2).
0 Komentar

GARUT – Tiga rekomendasi diberikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk Garut paska bencana yang mengguncang Garut pada Rabu (1/2). Ketiga rekomendasi itu diberikan setelah Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG, Supartoyo melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (4/2).

Supartoyo mengatakan bahwa ketiga rekomendasi tersebut adalah mitigas bencana, pengaturan tata ruang, dan pembentukan peraturan daerah (Perda) terkait aktivitas di kawasan rawan bencana gempa bumi.

Kaitan dengan mitigasi, menurutnya hal tersebut memang harus ditingkatkan baik di sisi struktural dan non struktural , yaitu dengan menentukan tempat dan jalur evakuasi. Langkah tersebut pun menjadi jalan melindungi masyarakat yang berada di kawasan rawan gempa bumi.

Baca Juga:Barang Bukti Kejahatan Dimusnahkan Kejari, Puluhan Motor Siap DilelangKejaksaan Negeri Garut Dinilai Lamban Tangani Perkara Korupsi

“Masyarakat harus dilatih agar tidak kebingungan saat bencana alam seperti gempa terjadi. Kedua pengaturan tata ruang, ini tentunya bagaimana mengatur pemukiman di kawasan rawan gempa bumi,” ungkapnya.

Untuk tata ruang, dijelaskan Supartoyo memang harus diatur sebaik mungkin di kawasan yang berisiko terjadinya bencana gempa bumi agar kemudian paham. Selain paham, masyarakat juga harus didorong agar mengetahui pentingnya peran pengurangan risiko bencana untuk mengurangi kerugian jiwa serta kerusakan harta benda.

“Ketiga, harus dibuat perda yang berkaitan dengan yang katakanlah aktivitas di kawasan gempa bumi, harus ada perda, kalau tidak ada perda susah kan untuk menindak,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa bila mengacu pada hasil pemeriksaan, kerusakan yang terjadi di lokasi gempa bumi Garut bukan hanya akibat getarannya saja. Hal lainnya yang memengaruhi adalah peran kondisi topografi, yaitu kawasannya yang berbukit.

Kondisi tersebut pun kemudian ditemukan adanya retakan tanah yang mengarah ke lereng yang terindikasi akan terjadi gerakan tanah di kemudian hari. Kondisi tersebut menurutnya harus betul-betul diwaspadai.

“Dengan data-data ini nanti kita akan berikan rekomendasi teknis baik kepada Pemkab maupun kepada penduduk yang ada di wilayah bencana,” ungkapnya.

Untuk dua kecamatan yang pada saat kejadian terdampak langsung gempa bumi, Samarang dan Pasirwangi, terdapat kawasan yang diketahui berdekatan dengan sesar Garsela. Oleh karena itu, di lokasi tersebut perkembangannya harus betul-betul dibatasi.

0 Komentar