Bertempat di Dalam Rumah Tahanan Negara, Petugas dan Warga Binaan Bayar Zakat Fitrah

ANTRE
BAYAR ZAKAT. Sejumlah petugas dan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Garut, Senin (8/4) melaksanakan kegiatan pembayaran zakat fitrah.
0 Komentar

GARUT – Sejumlah petugas dan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Garut, Senin (8/4) melaksanakan kegiatan pembayaran zakat fitrah. Inisiatif yang dilakukan Rutan Garut ini dilakukan secara bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Garut.

Kepala Rutan kelas IIB Garut Fahmi Rezatya Suratman menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mendukung dan memfasilitasi hak-hak keagamaan warga binaan. “Tentunya kegiatan ini bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kesempatan untuk menjaga spiritualitas dan moralitas di tengah keterbatasan yang mereka alami,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pembayaran zakat fitrah bukan hanya soal aspek keagamaan semata, tetapi juga merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial yang bersifat inklusif. Petugas Rutan, dengan penuh kesabaran dan kecermatan, bersama-sama dengan warga binaan, menunaikan kewajiban agama mereka.

Baca Juga:Ramadan dan Idul Fitri, Smartfren Perkuat Jaringan dan Berikan Promo Kuota BesarSudah Berlangsung Sejak 2021, Kades Sebut Sembako dalam Pembagian BLT adalah Hasil Musyawarah

“Ini merupakan bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan tak mengenal batasan, bahkan di balik jeruji besi sekalipun. Jadinya di balik dinginnya dinding beton Rutan, terasa hangatnya rasa kebersamaan dan persaudaraan antar sesama manusia,” ungkapnya.

Kegiatan pembayaran zakat fitrah juga menurutnya menunjukan program rehabilitasi sosial dan spiritual para narapidana. “Dengan memberikan ruang bagi warga binaan untuk melaksanakan ibadah, Rutan Garut berkomitmen untuk tidak hanya sekedar memasung tubuh, tetapi juga mengangkat martabat kemanusiaan mereka,” katanya.

Sementara itu, warga binaan yang membayar zakat fitrah mengaku merasa bersyukur atas kesempatan untuk tetap menjalankan ibadah meskipun dalam situasi yang terbatas. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi bukti bahwa di manapun berada, cahaya keagamaan dan kebersamaan selalu menyinari.

“Ini menjadi kolaborasi yang harmonis antara lembaga pemerintah dan keagamaan dalam memberikan pelayanan yang holistik bagi masyarakat, termasuk bagi kami yang mungkin terpinggirkan. Semoga kerjasama semacam ini dapat terus berlanjut, dan semakin banyak lagi inisiatif positif yang muncul demi kesejahteraan Bersama,” kata salah seorang warga binaan. (*)

0 Komentar