GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak-hak dasar warga binaan. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan kegiatan Penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Kamis (17/7), yang berlangsung di area Gazebo Rutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, yakni Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Petrus Polus Jadu. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasubsi Pengelolaan Rutan Garut yang mewakili Kepala Rutan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian serta upaya menanamkan nilai-nilai hukum dan kemanusiaan kepada para warga binaan.
Baca Juga:Kunjungi Rutan Bandung, Menimipas Duduk Lesehan Bersama Warga BinaanDarurat Perundungan di Lingkungan Pendidikan: Angka Melonjak, Nyawa Melayang
“HAM bukan hanya menjadi tanggung jawab negara, tapi juga bagian dari kesadaran setiap individu. Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan tidak hanya memahami haknya, tapi juga menjalankan kewajibannya sebagai bagian dari proses pembinaan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Petrus menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi setiap individu. Hal tersebut juga termasuk mereka yang tengah menjalani masa pidana.
Ia menyampaikan bahwa meskipun sedang menjalani hukuman, para warga binaan tetap memiliki hak-hak dasar yang dijamin oleh negara. Menurutnya, penghormatan terhadap HAM adalah fondasi penting dalam pembinaan pemasyarakatan.
Antusiasme warga binaan terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa dari mereka menyampaikan pengalaman dan harapan terkait perlindungan hak selama berada di dalam rutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk simbolis komitmen bersama dalam menjunjung nilai-nilai HAM di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan kegiatan ini, Rutan Garut kembali menegaskan perannya dalam membangun sistem pemasyarakatan yang berlandaskan Pancasila, dengan menempatkan penghormatan terhadap HAM sebagai salah satu prinsip utama dalam proses pembinaan. (*)