Ridwan Kamil Mewisuda 4.905 Petani Milenial Tahun Angkatan 2022

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (ist)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (ist)
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewisuda 4.905 petani milenial dari angkatan gelombang II tahun 2022.

Ridwan Kamil mengklaim, program petani milenial yang digagasnya sukses dengan semakin banyaknya minat pendaftar dari tahun ke tahun. Inaugurasi kali ini mengantarkan peserta ke dalam empat klasifikasi petani milenial.

Utama untuk petani milenial yang sudah memiliki ekosistem yang mandiri. Pada 2021 jumlahnya 47 orang, 2022 berjumlah 18 orang.

Baca Juga:Tiket FIFA Matchday Indonesia vs Argentina Bisa Dibeli Mulai 5 JuniRidwan Kamil Lelang Kaus Untuk Bantu Santri Korban Tabrak Moge di Ciamis

“Ini menjadi championnya,” kata Ridwan Kamil di Kampus Unpad Dipatiukur, Kota Bandung, Selasa (30/5).

Dalam kegiatan tersebut, Ridwan Kamil itu juga melantik kategori madya yakni petani milenial yang  telah berusaha dan masih dalam tahap pemenuhan kebutuhan lanjutan. Datanya, tahun 2021 jumlahnya 293 orang dan 2022 sebanyak 267 orang.

Kategori lanjutan, petani milenial yang baru atau sudah memulai usaha dan masih dalam tahap pemenuhan kebutuhan dasar di tahun 2021 ada 1.031 orang dan 2022 menjadi 1.988 orang. Kemudian, kategori pemula yaitu petani milenial yang belum berusaha dan tidak memiliki pengalaman/pemahaman tentang bertani, jumlahnya ada 395 orang di tahun 2021 dan melonjak naik menjadi 4.272 peserta di tahun 2022.

“Hari ini kami mewisuda 4.095 petani milenial yang masuk kriteria berhasil mengikuti pendampingan secara penuh kemudian mendapat perubahan dari sisi ekonomi dengan 4 kategori,” jelasnya.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu mencatat peningkatan minat pendaftar pada tahun 2022 dibanding 2021. “Dari 4.000 an di tahun 2021 menjadi 20 ribuan di (tahun) 2022 dan naik pendaftaran di tahun ini menjadi 30 ribuan pendaftar,” ungkapnya.

Menurut Ridwan Kamil, tidak semua pendaftar diluluskan ke tahap awal sebab harus ada seleksi usia, kelayakan, dan lainnya.

“Ini menandakan petani milenial sangat diminati sebagai jawaban akan menjadi sumber pertahanan pangan agar dijauhkan dari krisis pangan, membuktikan regenerasi petani akan terjaga,” terangnya. (*)

0 Komentar