Fenomena Langka, Black Hole Dorman Ditemukan dengan Massa Sembilan Kali besar Matahari

Fenomena Langka, Black Hole Dorman Ditemukan dengan Massa Sembilan Kali besar Matahari
Ilustrasi Black Hole dorman yang ditemukan para astronom. (pixabay)
0 Komentar

JABAREKSPRES.COM – Peneliti dari Amsterdam University mengungkapkan para astronom telah menemukan sebuah ‘Black Hole’ dorman atau lubang hitam yang langka dilangit.

Lubang hitam ini tidak seperti lubang hitam kebanyakan, yang berukuran masif dan bisa menelan apapun benda langit di sekitarnya. Lubang hitam yang satu ini diklasifikasikan sebagai dorman atau tidak aktif. Tapi, juga lahir tanpa ledakan bintang yang sekarat.

Begitu langkanya lubang hitam ini, ilmuwan menyebut bahwa mereka menemukan “jarum di tumpukan jerami”. Menariknya, “jarum” tersebut terletak tidak jauh dari Bima Sakti.

Baca Juga:Peringati Hari Anak Nasional, BRI Selenggarakan Kegiatan Bersama Pelajar dan Aktivis LingkunganBenteng SDN I Cigagade yang Ditabrak Mobil Sudah Diganti

Perbedaan lain lubang hitam itu juga tidak memancarkan radiasi sinar-X yang kuat yang mengindikasikan melahap materi di dekatnya dengan tarikan gravitasi yang kuat.

Itu juga yang membuat ilmuwan menyimpulkan bahwa lubang hitam tersebut tidak lahir dari ledakan bintang yang disebut supernova.

Normalnya, lubang hitam adalah objek yang luar biasa padat dengan gravitasi yang begitu kuat bahkan cahaya pun tidak bisa lolos.

Walau “kecil”, lubang hitam yang baru ditemukan ini memiliki massa setidaknya sembilan kali lebih besar dari matahari kita.

Letaknya ada di wilayah Nebula Tarantula di galaksi Awan Magellan Besar dan terletak sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi.

Sebagai gambaran, satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, atau sekitar 9,5 triliun kilometer.

Sebuah bintang biru bercahaya terang dan panas, dengan massa sekitar 25 kali matahari juga mengorbit ke lubang hitam tersebut. Sistem biner ini diberi nama VFTS 243.

Baca Juga:Waspada, WHO Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat GlobalWakil Bupati Garut Sebut Kerugian Akibat Banjir Lebih dari Rp17 Miliar

Para peneliti percaya bintang pendamping pada akhirnya juga akan menjadi lubang hitam juga. Mencari lubang hitam yang tidak aktif seperti ini memang sulit. Sulit dideteksi, karena sedikit sekali berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Banyak kandidat yang diusulkan jadi lubang hitam tidak aktif, tapi telah dibantah dengan studi lebih lanjut.

”Tantangan mencari lubang hitam seperti ini memang tinggi,” ujar Tomer Shenar, peneliti dari Amsterdam University.

“Seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” tambahnya.

”Lubang hitam ini dicari-cari oleh astronom selama puluhan tahun,” tambah astronomer Kareem El-Badry dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics.

0 Komentar