oleh

Okke M. Hadist Dianggap Sebagai “Kuda Hitam” Pilkada Garut, Ketua DPK KNPI Karangpawitan Angkat Bicara

GARUT – Tahun 2021 ini, Kabupaten Garut tercatat melaksanakan Pilkades serentak pada 217 Desa di 40 Kecamatan, dan sekurang – kurangnya 818 Calon Kepala Desa ikut serta dalam perhelatan tersebut, dan tak sedikit calon kepala desa tersebut diikuti oleh “wajah baru” yang berusia muda, hal tersebut menunjukkan bahwa di kabupaten ini, kita tidak kekurangan calon pemimpin yang ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat lewat jalur politik.

Lalu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan mendatang menariknya telah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, katakanlah seorang akademisi dari Universitas Garut,  Abar memunculkan Anekdot Piala Eropa sebagai gambaran pilkada yang akan datang, dengan memasukan Okke M. Hadits sebagai salah satu “Kuda Hitam” pada narasi tersebut.

Heqi Irfani, selaku aktivis kepemudaan yang juga merupakan ketua DPK KNPI Kecamatan Karangpawitan ini pun angkat bicara.

“Wacana tentang pemimpin alternatif dari kalangan muda perlu menjadi perhatian semua, kita sudah menyaksikan di perhelatan Pilkades banyak kaum milenial ikut terlibat langsung mencalonkan diri menjadi kepala desa, bukan tidak mungkin di tingkatan kabupaten pun, wacana ini tidak lepas dari perbicangan kita semua,” ujarnya.

“Di daerah lain sudah banyak wajah – wajah baru dengan usia muda yang berani unjuk gigi, sebut saja Gibran Rakabuming walikota Solo, Emil Dardak Bupati Trenggalek, Mardani Maming Bupati Tanah Bambu, dan untuk perempuannya ada Mirna Annisa Bupati Kendal, dan juga tentu ada lagi nama – nama lain yang menyandang status “Muda” saat karier politiknya sebagai Kepala daerah diraih.

“Jika dilihat, mereka sedikitpun tidak menunjukkan rasa canggung untuk melawan para politikus berpengalaman yang sudah bertahun-tahun menggeluti perpolitikan di tanah air”, ungkap Heqi

Menurut Heqi kiprah anak-anak muda di dunia politik mendapatkan dukungan langsung oleh Mahakamah Konstitusi (MK) melalui Pasal 7 ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang batas usia pencalonan kepada daerah khususnya Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati minimal berusia 25 tahun.

“Dan seperti yang banyak kita saksikan, anak-anak muda di kabupaten Garut saat ini memiliki kapasitas dan wawasan yang bermutu sehingga sangat potensial maju dalam Pilkada 2024 nanti”. Ungkapnya.

Heqi Berpendapat Jika anak-anak muda banyak dilibatkan di pemerintahan maka ide dalam mengembangkan daerah akan jauh lebih segar, daya inovasi yang tinggi, dan mampu megeksplorasi potensi sumber daya manusia dan alam menjadi lebih cepat, jangkauannya lebih luas, inovatif dan kreatif. Artinya, pemerintahan kita saat ini perlu daya gedor yang mumpuni agar tidak stagnan perkembangannya.

“Dan hari ini salah satu representasi Pemuda di Kabupaten Garut ada pada Okke M. Hadits sebagai ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, saya sebagai salah satu pengurus di KNPI melihat Gebrakan Bung Okke saat memimpin sebuah organisasi “plat merah” ini cukup signifikan, sehingga tidak salah kiranya Okke masuk sebagai salah satu diantara deretan nama yang dianggap “kuda hitam” dalam narasi yang ditulis Bpk. Abar dari Uniga.”

“Nama – nama yang disebutkan pada anekdot tersebut kesemuanya adalah orang – orang terbaik yang dimiliki Kabupaten Garut, tetapi bagi kami kaum muda yang populasinya tak sedikit ini, wacana “penyegaran” perlu di gaungkan, terlepas nantinya siapa yang akhirnya dipilih mewakili kaum muda” tegasnya.

Selain itu menurut Heqi Parpol sebagai kendaraan politik harus membuka ruang yang lebar bagi generasi muda untuk mengambil bagian menjadi pemimpin. Membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka adalah langkah yang harus diapresiasi agar anak-anak muda tidak demam ketika bersinggungan dengan politik nantinya. Ini adalah langkah agar pemuda punya peran dalam mengembangkan daerahnya menjadi lebih maju. Pungkasnya.(rls/Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *