Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode Delapan

Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode Delapan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim saat memberikan keterangan kepada media usai meninjau vaksinasi tenaga Kependidikan di SMA 70 Jakarta, Rabu (24/02). Mendikbud memastikan vaksinasi untuk guru, tenaga pendidik dan dosen ditargetkan selesai Juni 2021. Tidak hanya tenaga pendidik di sekolah negeri tetapi juga tenaga pendidik sekolah swasta dan guru - guru honorer.FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network
0 Komentar

GARUT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar episode delapan, yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan. Pada tahun ini, SMK Pusat Keunggulan melibatkan 895 SMK.

“Ini merupakan realisasi dari visi Pak Presiden mengenai sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia melalui pendidikan vokasi yang berkualitas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar episode delapan SMK Pusat Keunggulan yang secara daring, Rabu (17/3/2021).

Menurut Nadiem, perlu adanya solusi komprehensif untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. Sebab, kata dia, saat ini SMK masih sulit menjawab kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga:Wagub Jabar Wacanakan Siswa SD dan SMP Tak Boleh Bawa Gawai ke SekolahBaznas Garut Bantu Modal Usaha Pedagang Kacang

“Sejumlah persoalan di SMK yang masih perlu diperbaiki, yakni kesempatan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas. SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masih sedikit,” ujarnya.

Melalui program SMK Pusat Keunggulan, kata Nadiem, diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi, serta menjadi rujukan dalam peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

“Lulusan SMK diproyeksikan untuk bekerja dan diserap oleh industri, melanjutkan studi, dan bekerja untuk diri sendiri atau wirausaha,” ucapnya.

Nadiem menuturkan, ada delapan hal yang perlu dilakukan, antara lain kurikulum yang disusun bersama dengan industri, pembelajaran berbasis proyek riil dari dunia kerja, jumlah dan peran guru atau instruktur dari industri dan ahli dari dunia kerja, praktik kerja lapangan atau industri, sertifikasi kompetensi, pemutakhiran teknologi dan pelatihan bagi guru atau instruktur.

“Sejumlah sektor SMK Pusat Keunggulan yakni ekonomi kreatif, pemesinan dan kontsruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri,” pungkasnya. (der/fin)

0 Komentar