HOAX! Video Pantai Pangandaran Tsunami Usai Diguncang Gempa

0 Komentar

RadarPriangan.com, PANGANDARAN – Video tsunami di pantai Pangandaran usai diguncang gempa, Minggu (24/5/2020) lalu adalah hoax.

Namun video tersebut telah viral di media sosial dan banyak dibagikan oleh warga net.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena mengatakan, informasi dari salah satu akun facebook yang membagikan video itu adalah hoax belaka.

Baca Juga:ODP dan PDP di Garut Bertambah Lagi, Positif Tetap 13 Kasus, Senin 25 Mei 2020Kabur dari Rumah Sakit di Jakarta lalu Pulang Kampung, Swabnya ternyata Positif Covid-19

Adapun soal gelombang tinggi dalam video tersebut memang benar terjadi di Pangandaran, tapi itu merupakan kejadian dua tahun lalu sejak 2018.

“Itu Hoax berita di media sosial, tentang tsunami kecil setelah gempa bumi 5,1 magnitudo pada Minggu (24/5/2020) siang melanda Kabupaten Pangandaran,” katanya seperti dikutip dari Radartasikmalaya.com (Grup Radar Priangan).

” Video tersebut di Pangandaran tapi kejadiannya dua tahun lalu (2018, Red). Hal itu, juga bukan diakibatkan gempabumi lalu menimbulkan tsunami. Namun hanya gelombang tinggi yang sering terjadi di Pangandaran,” tambahnya.

Nana mengimbau masyarakat untuk tidak termakan hoax video yang sudah banyak dibagikan di Facebook itu. Warga net juga diimbau untuk tidak kembali membagikan video tersebut.

Menurut dia, berita yang benar adalah imbauan dari BMKG. “Masyarakat harus percaya dengan BMKG karena gempa bumi kemarin tidak menimbulkan tsunami. Namun tetap waspada dan jangan panik,” ujarnya.(FATKHUR RIZQI/red)

0 Komentar