Guru Honorer di Garut Cari Sampingan jadi Sopir Taksi Online

0 Komentar

RadarPriangan.com, GARUT – Kehidupan guru honorer memang cukup memprihatinkan. Sampai kini, kesejahteraan guru honorer di Indonesia belum bisa dikatakan memiliki kehidupan layak jika melihat dari sisi upah (honor) yang diberikan pemerintah.

Oleh karena itu banyak guru honorer yang terpaksa banting tulang mencari sampingan lain untuk memenuhi kebutuhan dapur di rumah.

Seperti itulah perjuangan Andi Prayudi Permana (31) seorang guru honorer di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Dia terpaksa mencari sampingan usaha dengan menjadi sopir taksi online dan membuka pangkas rambut.

Baca Juga:Warga Ciamis dapat Sertifikat Gratis dari Presiden, Bupati Ciamis Wakili PenyerahanSosialisasikan 4 Pilar, Amang Syafrudin: Pendidikan Politik itu Penting

Selama ini dia tidak merasa gengsi untuk menjalani pekerjaan sampingannya itu. Yang penting kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

” Bagi saya tidak malu selagi untuk mengahasilkan uang untuk kebutuhan hidup saya dan keluarga saya siap bekerja apapun apalagi sekarang sekolah belum efektif belajar mengajar di karenakan ada pandemi covid-19,” katanya.

Andi adalah guru honorer di Mts Al Khoiriah Girimukti, Kecamatan Cibatu. Kurang lebih sudah 10 tahun dia mengajar menjadi guru honorer hingga sekarang.

“Saya sudah lama menjadi guru honorer 10 tahun di mts Al Khoiriah, saya berawal bisa bekerja sampingan saya dibawa teman untuk menjadi sopir grab di Garut,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

Andi berharap sekali, perjuangannya menjadi guru honorer dapat berbuah manis. Dia berharap diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS). ” Ya saya sangat Berharap sekali diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS),” ucapnya. (RP/IN)

0 Komentar