Begini Aturan dan Tata Cara Menjamak Shalat untuk Musafir

Begini Aturan dan Tata Cara Menjamak Shalat untuk Musafir
Begini Aturan dan Tata Cara Menjamak Shalat untuk Musafir
0 Komentar

RADAR GARUT – Bagi seorang musafir, terdapat beberapa aturan dan cara dalam menunaikan shalat yang berbeda dari shalat yang dilakukan di tempat tinggal tetap. Berikut adalah beberapa aturan dan cara menunaikan shalat bagi musafir:

 

  • Qashar (Memendekkan Shalat)

Musafir diperbolehkan untuk memendekkan shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Shalat yang empat rakaat yang bisa dipendekkan adalah shalat zuhur, ashar, dan isya.

 

  • Jamak (Menggabungkan Shalat)

Musafir juga diperbolehkan untuk menggabungkan shalat, yaitu menggabungkan shalat zuhur dengan ashar dan menggabungkan shalat maghrib dengan isya. Namun, ini hanya boleh dilakukan ketika dalam perjalanan, bukan ketika berada di tempat tinggal.

 

Baca Juga:Bey Machmudin Cek BIJB Kertajati untuk Pemberangkatan Jemaah Haji di 12 Mei MendatangBegini Fakta dan Penyebab Perceraian Teuku Ryan dan Ria Ricis

  • Tayammum (Berwudhu dengan Tanah)

Jika musafir sulit mendapatkan air atau khawatir akan kehilangan waktu, dia diperbolehkan untuk berwudhu dengan tayammum, yaitu dengan menyentuh tanah bersih dan mengusap wajah dan kedua tangan.

 

  • Shalat Qasar dan Jamak harus Sesuai Syarat

Perlu diingat bahwa untuk memendekkan atau menggabungkan shalat, musafir harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti memang dalam keadaan musafir dan tidak berada dalam keadaan haidh atau nifas (untuk wanita).

 

  • Menjaga Kualitas Shalat

Meskipun shalat dapat dipendekkan atau digabungkan, musafir tetap harus menjaga kualitas shalat dan melaksanakannya dengan penuh khusyu dan tuma’ninah (ketenangan).

 

  • Mengutamakan Waktu

Musafir harus berusaha untuk menunaikan shalat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, kecuali dalam keadaan darurat atau kesulitan yang mengharuskan untuk menunda atau memendekkan shalat.

 

  • Berdoa dan Meminta Pertolongan

Musafir juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT untuk memudahkan perjalanan dan menunaikan ibadah dengan baik, serta meminta pertolongan-Nya dalam menjaga ketaatan dalam menjalankan ibadah.

Penting untuk selalu merujuk kepada ajaran Islam yang benar dan konsultasi dengan ulama atau orang yang berpengetahuan dalam hal ini, karena aturan dan cara menunaikan shalat bisa memiliki perbedaan tafsir tergantung pada mazhab atau pendapat ulama yang diikuti.

0 Komentar