Diskusi Memanas, PKL Didampingi LSM Penjara PN Geruduk Kantor Kecamatan Tarogong Kidul

Editor:

GARUT – Audiensi antara Forkopimcam Tarogong Kidul dengan LSM Penjara PN yang mewakili pedagang Kaki LIma (PKL) sempat memanas, Senin (8/8/22) di aula kecamatan.

Ketua DPC LSM Penjara PN Garut, tak terima ketika Kasi Trantib Kecamatan Tarogong Kidul menunjuknya sambil berdiri.

Anggota LSM Penjara PN yang lain pun sempat tersulut emosi dan hampir saja terjadi baku hantam.

Namun kondisi menegangkan itu bisa diredam ketika Danramil Tarogong Kidul bertindak cepat. Dibantu Petugas Kepolisian menenangkan kedua belah pihak. Akhirnya audiensi pun kembali berlanjut.

Sebelum audiensi sendiri, PKL didampingi LSM Penjara PN sempat melakukan orasi di depan kantor kecamatan.

Puluhan PKL ini adalah mereka yang biasa berjualan di trotoar jalan Pembangunan di samping RSUD dr. Slamet Garut.

Tuntutan mereka adalah meminta dibiarkan berjualan di tempat semula dan tidak direlokasi ke tempat lain.

Pasalnya saat ini tengah dilakukan rekonstruksi jalan di lokasi mereka berjualan. Dan kabarnya dari Kecamatan tidak lagi memberikan mereka izin berjualan di lokasi tersebut ke depannya.

Oleh karena itu mereka protes dan menuding Camat Tarogong Kidul tidak berpihak kepada mereka sebagai rakyat kecil.

Diskusi di aula kecamatan sendiri berjalan alot. Kedua belah pihak masing-masing mempertahankan argumennya.

BACA JUGA: KPK Angkut Bukti Suap Izin Apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta

Menurut Versi Camat Tarogong Kidul, Doni Rukmana, bahwa lokasi trotoar sudah jelas dalam regulasinya tidak boleh dijadikan tempat berjualan. Karena di sana ada hak pejalan kaki.

Selain itu dari informasi Satpol PP Kabupaten, RSUD dr. Slamet ini akan menjadi rumah sakit rujukan di Priangan Timur. Otomatis mobilitas akan tinggi di jalan Pembangunan. Sehingga kawasan tersebut harus steril karena menjadi jalur cepat ambulans.

Karena itu Camat tidak mengizinkan PKL berjualan kembali di tempat tersebut.

Nah sebagai solusinya, Camat menawarkan PKL ini direlokasi sementara di lapang Paris depan kantor kecamatan.

Tawaran Camat ini pun tampaknya disambut baik. PKL dan LSM Penjara PN setuju jika untuk sementara direlokasi di lapang Paris.

Namun masalahnya, setelah rekonstruksi jalan selesai, mereka ingin tetap berjualan di trotoar jalan Pembangunan. Sehingga diskusi kembali buntu. Karena Camat sendiri tetap bersikeras tidak memberikan izin karena regulasinya sudah jelas.

Ketua UMUM LSM Penjara PN, Saeful SH mengatakan, pihaknya akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Pihaknya dalam hal ini berjuang demi masyarakat kecil.

Dengan keputusan Camat ini menurutnya PKL merasa tertindas. Mereka berjualan di sana bukan untuk mencari kaya tapi untuk mencari sesuap nasi.

” Jelas-jelas di sini pedagang keberatan. Demi menyambung hidup mereka, demi masa depan keluarga mereka. Artinya posisi sudah sulit semakin dibuat sulit lagi,” ujarnya.

” Nah kami dari LSM Penjara PN akan membela sampai titik darah penghabisan sampai masalah ini selesai. Saya sebagai ketua umum jauh-jauh dari Bandung datang ke sini alhamdulillah, kami adalah rakyat dan rakyat adalah kami, kami tidak akan mundur apapun tantangannya,” ujarnya.

Sementara Ketua DPC LPM Tarogong Kidul, Buddy Oconk menjelaskan bahwa pihaknya setuju dengan solusi yang ditawarkan Camat Tarogong Kidul. PKL Sementara baiknya direlokasi di lapang Paris.

Setelah itu PKL harus koordinasi dengan Disperindag terkait penataan. Karena kewenangan pedagang lebih di Disperindag bukan di Camat.(fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.